TEOLOGI PEMBEBASAN PERSPEKTIF PAPUA

 

 

Oleh; Isak Bofra

Kolonialisme yang mengakar kuat pada daerah-daerah bekas jajahan yang mengakibatkan terjadinya berbagai marjinalisasi pada kehidupan daerah,bangsa yang di kuasainya.Dan hal tersebut terjadi pada kehidupan Negara-negara di Amerika Latin maupun Amerika utara yang mengalami penjajahan dari Koloni Spanyol,Portugis,Inggris,Prancis yang menguasai Benua Amerika pada decade abad 14-18 untuk mengeksploitasi sumber daya alam,mengeksploitasi manusianya,serta menerapkan kerja-kerja perbudakan pada lahan-lahan yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah untuk menghasilkan bahan mentah yang memiliki nilai ekonomis,seperti kapas,jagung,kopi,kakao,dan lainya.Dengan tujuan untuk pengakumulasian modal atau pondi-pondi keuntungan yang besar bagi  para tuan tanah.

Masa penjajahan yang cukup panjang sehingga melahirkan penderitaan,dan tidak ada penghargaan akan kehidupan suatu ras manusia diman praktek perbudakan itu ada,serta doktrin alkitab yang mensabotase ungkapan kebenaran isi alkitab akibat dari buta huruf yang diderita oleh para budak dan rakyat pada daerah jajahan sehingg menerima saja kebenaran yang di sampaikan oleh para tuan-tuan tanah ketika memimpin ibadah-ibadah,serta khotbah-khotbah dihadapan para budak.ungkapan seperti Tuhan Yesus itu berkulit putih,para budah harus tunduk dan patuh kepada tuannya.pesan yang disampaikan oleh Tuan tanah kepada para budaknya seakan melegitimasi status akan penguasaanya kepada para budak.

Bangkitnya para pejuang bangsa-bangsa di Amerika Latin serta Utara  melawan para penjajah untuk memperjuangkan kemerdekaannya dari kolonialisme yang menjajah Negerinya.Maka pada abad 18 bangsa di Amerika latin serta Utara memperoleh kemerdekaanya.Namun perjuangan dan penderitaan rakyatnya belum berahir pasca kemerdekaan.Karena untuk membangun bangsa baru,Negara baru,membutuhkan banyak sumber ekonomi serta keamanan.

Pada konteks inilah maka persoalan baru akan muncul kembali.dimana lahirnya tirani yang represif karena kekuasaan melalui system yang tidak demokratis,kudeta kekuasaan oleh unsur militer yang diboncengi oleh kepentingan pemodal untuk menguasai sumber daya alam,serta menciptakan tergantungan rakyat secara massif,terstruktur serta terpola dengan jaminan keamanan yang disiapkan oleh Negara.Sehingga rakyat Amerika latin serta Amerika utara mengalami suatu kondisi yang sangat memperihatinkan,banyak kantong-kantong kemiskinan,penganguran yang merajelela,upah yang sangat minim,angka buta huruf yang cukup tinggi,serta angka kematian secara umum,angka kematian ibu,angka kematian balita,dan system pemerintahan yang korup,sehingga melahirkan keterpurukan terhadap nasib umat Allah.

Sebab musabab lahirnya Teologi pembebasan di Amerika Latin dan Utara

Mengapa Teologi Pembasan mampu berkembang di Gereja Amerika Latin pada sejarah tertentu,yakni pada awal tahun 1960 an.? Ada dua aspek yakni terjadi perubahan  Internal maupun Eksternal

Perubahan Internal

Ada perubahan yang mempengaruhi Gereja Katolik secara keseluruhan ,lahirnya aliran-aliran Ideologi baru sejak perang dunia II,khususnya dijerman ada bult-mann,Moltmann,Metz,Rahner. Di Prancis ada Calvez,Congar,Lubac,Chenu,Duquoc.dan juga ada perkembangan bentuk-bentuk baru ajaran social Kristen dimana para kaum buruh,Ilmu ekonomi humanisnya Romo Lebret.Tumbuh dan terbukanya sikap  untuk mengkaji filsafat dan ilmu-ilmu modern. Serta fatwa-fatwa dari paus Johannes XXIII (1958-1963) dan terutama konsili vatikan II (1962-1965) mengabsahkan dan mensistematisasikan pandangan-pandangannya,dalam meletakan landasan baru bagi suatu babakan baru dalam sejarah Gereja Katolik.

Perubahan Eksternal

Pada saat yang sama terjadi perubahan social dan politik yang sedang berlangsung di Amerika Latin.(1) sejak tahun 1950 an,I ndustrialisasi diseluruh benua itu dibawah arahan modal multinasional yang melahirkan keterbelakangan menurut istilah Ander-Gunder Frank yakni semakin memperbesar ketergantungan,  memperdalam pertentangan-pertentangan social, mendorong laju perpindahan orang-orang desa, memacu pertumbuhan kota-kota besar, menciptakan suatu pemusatan kelas pekerja baru dan yang terpenting adalah membengkakan jumlah kaum terlunta-luta di daerah perkotaan.(2).Meletusnya revolusi Kuba tahun 1959 yang dipimpin Fidel Casro,sebagai suatu babak sejarah baru di amerika latin yang ditandai oleh semakin meningkatnya perjuangan social,munculnya gerakan-gerakan gerilya,pergantian pemerintahan melalui kudeta dan krisis keabsahan system politik.

Perpaduan perubahan Internal dan Eksternal yang menciptakan keadan yang memungkinkan munculnya Gereja orang miskin yang baru asal muasalnya.

 Gustavo Gutierrez

Dengan terbitnya Buku karya Gutierrez 1971 sebagai kerangka acuan dari lahirnya Teologi Pembebasan yang berjudul Liberation Theology-Perspectives yang mengajukan berbagai gagasan anti kemapanan  yang kemudian membawa pengaruh kuat, orang tak perlu menunggu datangnya penyelamat dari atas:Kitab Keluaran memperlihatkan kepada kita bahwa manusia membangun dirinya sendiri dengan kekuatannya sendiri melalui perjuangan politik yang bersejarah,karena penyelamatan bukanlah upaya yang bersifat pribadi dan perseorangan,tapi upaya komunal,dan public artinya bukanlah penyelamatan jiwa orang-perorang,tetapi penebusan dan pembebasan keseluruhan rakyat yang diperbudak.orang-orang miskin tidak boleh terus-terusan menjadi sasaran belas-kasihan dan kedermaan,tetapi sebagi budak-budak ibrani,harus menjadi pelaku yang memperjuangkan kebebasan diri mereka.jadi bagi Gereja harus berhenti menjadi gerigi roda pengerak dari system yang berkuasa akan tetapi harus mengikuti tradisi agung para nabi Injil dan contoh pribadi Kristus,yang harus menentang keserbakuasaan da mengutuk ketidakadilan social.Menurut Gutierrez yang seorang tarekat Yesuitbahwasanya rakyat miskin diseluruh benua Amerika latin adalah orang-orang yang terbuang di tanah mereka sendiri,tetapi saat yang bersamaan,berada dalam pawai keluaran kea rah penebusan mereka,dan menolak ideology pembangunan yang tidak efektif hanya melahirkan ketergantungan yang kian parah.

Hal tersebut diperkuat dengan keluarnya dokumen perintis yang terbit pada tahun 1960 an.oleh beberapa pemimpin JUC yang secara terang-terangan mengutuk setan-setan kapitalisme.Yakni kita harus mengatakan,tanpa ragu dan rasa sungkang bahwa kapitalisme,yang terbukti dalam sejarahnya memang patuh memperoleh kutukan dari alam kesadaran Kristen,situasi nyata dari kapitalisme adalah pemerosotan tenaga kerja manusia menjadi barangn dagangan semata-mata,kediktatoran pemilikan pribadi,yang tidak ditujukan keapda pemenuhan barang-barang kebutuhan pokok bersama,penyalahgunaan kekuasaan dan segala macam praktek monopoli pada sisi lainnya dan dorongan kehendak utama adalah semangat cari untung belaka.

Yang melahirkan ketidak adialan social pada kehidupan umat Allah,dan Marjinalisasi kehidupan rakyat di benua Amerika latin yang semakin tidak manusiawi,serta system politik yang korup,kekerasan militer yang memperkuat dan menjaga kepentingan pemodal.sekelumit persoalan diatas terus-menerus direfleksikan oleh para romo,suster,aktivis buruh,mahasiswa,serta rakyat tertindas dengan mencoba untuk mendekatkan bahasa Alkitab dengan situasi rill yang mereka hadapi dalam setiap ibadah,perkumpulan-perkumpulan,serta ada yang terlibat langsung dalam perjuangan dilapangan.

Selamat Tahun 70 an,muncul suatu kekuatan budaya dan keagamaan baru,teologi pembebasan Brazilia,mengingat Gereja Katolik Brazilia adalah yang terbesar didunia populasi penganutnya sehingga tidak diragukan bahwa semangat perjuangan untuk membebaskan umat Allah dari penindasan ala zaman firaun.Tokoh utamanya adalah Hugo Assman yang mencoba mengkaitkan dorongan-dorongan iman Kristen dengan filsafat praxisnya kaum marxis.Karya tulis Assman pada 1970-1971  merupakan dokumen-dokumen yang paling radikal dan tajam yang pernah dihasilkan oleh teologi pembebasan.akibatnya Assman diasingkan oleh penguasa,namun perjuangan tetap berlanjut dengan kehadiran dua bersaudara yang paling terkenal Leonardo dan Clodovis Boff,masing-masing penganut Tarekat Fransiskan dan Sarikat para penebus dari Gereja Brazilia .karya tulis mereka menjadi panduan kerohanian dan politik bagi Gereja rakyat dan mendidik seluruh generasi petugas lembaga kepastoran,para pemimpin kelompok masyarakat basic,para mahasiswa seminari,dan para cendikiawan katolik sangat lantang dan fasih mengunakan konsep pemikiran mereka yang Marxis,Leonardo dan Clodovis juga didukung kuat oleh beberapa uskup Brazilia yang bersimpati terhadap gagasan sosialis.

Dengan satu tujuan yaitu membangun suatu masyarakat umat Allah yang adil,bebas dari kemiskinan,pengembalian harkat dan martabat sebagai manusia yang harus ditempatkan pada kedudukan yang sama,serta kehadiran Gereja adalah bagian dari perintah Yesus Kristus yang hadir untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Firaun dan Mesir,yang merubah wujud dalam bentuk modern individualisme,monopoli,ketergantungan,kemiskinan,kekerasan dan lainya.Yang harus dilawan dengan jalan revolusioner karena kebenaran keberpihakan lebih penting daripada kemunafikan dalam pembiaran Umat Allah tertindas.

Bagaimana dengan Papua

Teori selalu disesuaikan dengan konteks Negara,Daerah,kultur,kebiasaan,dan hubungan penindasan yang akan melahirkan suatu teori baru sebagai antitesa dari kondisi dan situasi yang sudah direfleksikan secara Idealis (ide-ide) maupun materialistic (rill ) dalam aktifits perjuangannya.memang diakui bahwa teologi pembebasan ala Amerika Latin tidak bisa  ditelan secara mentah-mentah untuk dijadikan sebagai suatu pedoman teori dalam perjuangan membebaskan Umat Allah dari ketidak adialan,penindasan,kemiskinan,marjinalisasi dan ketergantungan hidup dan uang yang melanda seluruh Umat Allah di bumi cenderawasih sejak papua di aneksasi menjadi bagian dari NKRI pada Mei 1963.

Selama 47 tahun Papua menjadi bagian dari NKRI mengalami suatu kondisi yang kalau dilukiskan tidak beda jauh dengan umat Allah di Amerika Latin dalam fase perjuanganya.Papua adalah korban  politik perang dinggin antara US dengan Uni soviet pada tahun 60 an.sehingga dengan muda nasib rakyat Melanesia ini diserahkan kepada Indonesia dengan proses penentuan pendapat yang menjalahi ketentuan perjanjian New York dan mekanisme Internasional tentang one vote,one man (satu suara,satu orang) serta atas kepentingan Negara-negara Nato yang dikomandani oleh US serta sekutunya pada satu sisi sedangkan uni soviet pada prinsipnya mendukung papua harus di rebut oleh Indonesia,atas dasar ketidaksukaan mereka akan kolonialisme,liberalisme dan kapitalisme US dan sekutunya.Ya ini adalah sejarah masa lampau,tetapi sejarah yang salah perlu dikoreksi karena ini bukan perkara teori,tetapi perkara nasib manusia dan nasib umat Allah yang dipermainkan oleh Negara-negara adikuasi pada masa lalu.

Mengingat permainan bangsa-bangsa adikuasi pada masa lalu,akhirnya melahirkan sejuta perkara kemanusian,persoalan  kemiskinan,persoalan ketergantungan,persoalan marjinalisasi,persoalan Ham,persoalan rendahnya IPM,persoalan praktek korupsi yang merajalela,persoalan kesehatan yang buruk,persoalan pendidikan yang buruk,dan yang lebih memperihatinkan adalah persoalan masa depan rakyat papua di  tanah kelahiranya sendiri akan seperti apa.? Dan yang paling mengerikan adakah manusia papua di tanah kelahirannya sendiri untuk jangkau waktu 40-100 tahun ke depan..? mengingat banyak diprediksi oleh para ahli atau peneliti ,bahwa  manusia papua perlahan-lahan akan punah,dan akan menempati museum,bahwa pernah ada ras Melanesia menempati bumi cenderawasih yang dikenal surga yang jatuh ke muka bumi.

 

Relevankah  Teologi pembebasan dipakai untuk menjawab persoalan Papua

Seperti diutarakan sebelumnya bahwa sebuah Teori tidak bisa diterapkan pada kondisi dan situasi pada tempat lainya,karena perbedaan konteks,kultur masyarakat setempat,hubungan penindasan yang terjadi,serta realitas yang melahirkan suatu teori yakni Teologi pembebasan.Seperti teori Marxisisme,Lenisme,hanya mampu berkembang dan tumbuh di Uni Soviet sedangkan pada tempat lainya ia hanya sebagai sebuah teori yang digunakan dengan menyesuaikan pada konteks seperti cina pada masa Mao Zedong dan kuba pada masa Fidel Castro dengan memakai jalur Gerilya dengan pendekatan Marxisime untuk menuju sebuah revolusi baru.

Orang yang melihat papua secara kritis dapat menyatakan bahwa telah terjadi suatu proses dehumanisasi atas kehidupan suatu bangsa lain,serta dapat menyatakan bahwa telah terjadi pelanggaran yang besar atas kehidupan bangsa papua pada era modern ini.dimana problem-problem social,problem politik,problem ekonomi,serta problem kemanusian menjadi tontonan sehari-hari yang secara kasat mata kita nonton melalu mata kita,dari episode 1, 1963 sampai episode 47, 2017.Sampai kapan tontonan yang mengilaukan batin dan perasaan ini akan berahir,kata orang hanya Tuhan yang tahu..? lainya berkata masih dalam perjuangan..? Ya itu semua baik adanya dalam artian ada yang memang benar-benar memperjuangkan nasib umat Allah untuk memperoleh kehidupan yang lebih manusiawi,sedangkan lainya permisif (acuh) melihat realitas yang ada,kelompok ini hanya peduli pada Individualitasnya sendiri,dan mencari zona aman untuk hidupnya sendiri.Ya memang kita tidak bisa saling menyalahkan ini semua persoalan panggilan jiwa dan sejauh mana kepedulianya kepada  kaumnya sesama Umat Allah yang sedang teraniaya.

Pada konteks inilah maka Teori Teologi Pembebasan yang sudah menjadi kajian dan Ideologi baru bagi Gereja orang miskin diAmerika Latin,sedapat mungkin dapat diketemukan suatu benar merah dalam realitasnnya dipapua,praxis Teori Teologi Pembebasan yang diambil dari praxisnya Mars serta meminjam beberapa Teks Alkitab yang sesuai dengan kondisi umat Allah yang sedang tertindas lalu didiskusikan,dibedah,dikaji untuk dijadikan suatu refleksi bersama akan potret yang dihadapi oleh Umat Allah untuk selanjutnya dilakukan perjuangan-perjuangan  untuk membebaskan belengu penindasan dan ketidak adilan dari sejuta Umat Allah yang sedang berada diambang kehampaan akan nasibnya.maka dibutuhkan perjuangan bersama dari semua stakeholder yang memiliki kepedulian akan persoalan yang sedang berlangsung ini.

Karena mengingat perkataan dari Gutierrez , orang tak perlu menunggu datangnya penyelamat dari atas:Kitab Keluaran memperlihatkan kepada kita bahwa manusia membangun dirinya sendiri dengan kekuatannya sendiri melalui perjuangan politik yang bersejarah,karena penyelamatan bukanlah upaya yang bersifat pribadi dan perseorangan,tapi upaya komunal,dan public artinya bukanlah penyelamatan jiwa orang-perorang,tetapi penebusan dan pembebasan keseluruhan rakyat yang diperbudak.

Banyak hal telah dilakukan oleh para aktivis,para romo ,suster-suster, Pendeta orang awam katolik,orang awan Kristen,Muslim,yang memiliki kepedulian yang besar serta memiliki keprihatinan yang dalam akan realitas yang dilihat secara kasat mata dibumi cenderawasih selama 47 tahun ini.Namun perjuangan ini harus lebih diperkuat dengan membangun dialog-dialog dengan umat,dengan rakyat secara terus menerus untuk membangun kesadaran politik rakyat akan nasib umat Allah yang sedang ditindas,membangun konektifitas yang kuat antara unsur-unsur perjuangan agar tidak ada ego sentris yang akan menghambat perjuangan,serta sedapat mungkin harus menemukan alat perlawanan yang efektif karena kapitalisme dengan krooni-kroninya sangat licin dan pintar dalam melumpuhkan perjuangan karena mereka memiliki alat-alat kekuasaan yaitu modal,militer,media,serta Ngo-Ngo yang siap untuk membantu dalam menghancurkan perjuangan untuk membebaskan umat Allah dari Firaun era modern yaitu Kapitalisme dan Kroni-Kroninya.

Apakah Relevan Teologi Pembebasan diterapkan dan dijadikan sebagai Alat analisas,alat strategi,alat perjuangan,dan alat revolusi untuk membebaskan umat Allah,Mari kita secara sama-sama merefleksinya,dan menjawabnya dengan terjun langsung dalam medan perjuangan yang rill.Kiranya Allah orang miskin masih peduli pada nasib kita yang sedang ditindas ini,serta memberkati seluruh orang-orang yang memiliki jiwa,hati,serta kepedulian untuk memperjuangkan masa depan umat Allah yang lebih manusiawi dan adil dibumi maupun diakhirat.

 

Catatan :

Teologi pembebasan dalam pesebaranya dimulai dari Brazilia,Nikaragua,El Salvador.dan beberapa Negara lainya seperti Meksiko,Ekuador,Kolombia,Bolivia,Peru,Kuba.

Beberapa tarekat yang terlibat langsung dalam perjuanganya seperti Tarekat Yesuit,Dominikan,Fransiskan,Maryknoll,Capuchin dan beberapa Tarekat Perempuan, dan juga beberapa organisasi yang terlibat langsung JUC (Aliran Kiri Pemuda pelajar Katolik),CFTC (Serikat buruh Katolik),Pemuda Kristen serta Pendeta yang menjadi bagian dalam perjuanggannya di Amerika Latin.

Romo-romo yang bertugas diamerika latin kebanyakan menemukan perbedaan yang mencolok antara tempat asalnya dengan realitas baru yang mereka saksikan,sehingga nurani mereka mendorong untuk terlibat langsung dalam  perjuangan pembebasan.

 

Daftar Pustaka

Lowy,Michael ,Teologi Pembebasan.Pustakan Pelajar,Yogyakarta.Cetakan III 2003.