Papua Dalam Cengkraman

Oleh Isak Bofra

Melihat dinamika perkembangan West Papua dari Abad XIII hingga sekarang, yaitu sampai hari ini abad XX, dalam perjalanan yang panjang ini, lika-liku perjuangan untuk menentukan masa depan Bangsa Papua Barat akan selalu mengalir entah ia beraliran apa. Karena ketika ia lahir dari Rahim perempuan Papua maka darah nasionalisme akan Papua selalu mengalir dalam setiap anatomi tubuhnya. Persoalan yang belum terjembatani secara baik adalah fase pertumbuhan dengan maksud untuk menanamkan semangat nasionalisme akan West Papua adalah doktrinisasi dan pesan-pesan ideologis ketika anak-anak papua dalam fase pertumbuhan dengan maksud untuk menanamkan semangat nasionalisme akan west papua.

Menanamkan semangat Nasionalisme dengan mendidik anak anak tentang cerita-cerita rakyat Papua, sejarah colonial yang terjadi dan berlangsung sampai sekarang dibumi cenderawasih. Kemudian cerita tentang tokoh-tokoh pejuang Papua yang telah meletakkan namanya dalam sejarah perjuangan Papua baik itu tokoh perempuan maupun laki-laki. Cerita tentang surga Papua yang dipenuhi dengan sumber daya alam yang kita miliki dengan melimpahnya sampai kita seharusnya makmur dan sejahtera diatas kekayaan kita namun mengapa seluruh bangsa di Papua hidup termarjinalkan baik secara ekonomis, politik, dan sosia-budaya. Selain itu,  cerita tentang ras kita yang memiliki perbedaan yang signifikan dengan suku bangsa yang ada di NKRI.

Penulis memandang ini penting karena kesadaran nasonalisme akan Papua harus dimulai dari garda terdepan yaitu keluarga untuk melahirkan semangat perlawanan dalam rangka menuju masa depan Papua yang lebih beradab, manusiawi dan menentukan masa depanya sendiri dan juga sebagai filter akan pendidikan hasil produk colonial yang melahirkan ketimpangan cara pandang, cara berpikir, dan yang terpenting adalah menghindari pendidikan colonial yang mencoba untuk mengindonesikan Papua atau menjawakan Papua dalam rangka mematikan semangat nasionalisme akan papua. Sehingga akan berefek pada konstruksi dalam melihat papua, ketika garda terdepan yaitu keluarga telah berhasil menanamkan semangat nasionalisme sedini mungkin agar realitas akan membangkitkan semangat perlawanan dan semangat nasionalisme  untuk papua  dengan tujuan untuk  melahirkan  Arnol.AP,Beni Wenda, Mama Yosepha Alomang,Theis H.Eluwai dan lainnya atau tokoh-tokoh sekaliber Tan Malaka, Mahatha Gandhi, Nelson Mandela, Che Guevara, Mao Zedong atau Lenin dalam cara berpikir, konsep, maupun mengorganisir gerakan perlawanan yag terstruktur, terkomando dalam satu wadah menuju masa depan pembebasaan atas perbudakan dan penindasan atas nama kemanusian yang sampai hari ini masih terjadi dibumi cenderawasih.

Penjajahan yang sampai hari ini masih mencengkram Papua yaitu kolonialisme, milterisme, kapitalisme, dan birokratisme yang mengakibatkan ketimpangan dalam segala segi kehidupan di Papua dan mengiring manusia Papua dalam suatu harapan yang tidak pasti akan masa depanya karena dalam segala hal, seakan rakyat Papua hanya menjadi penonton dan menontonkan dirinya sendiri dalam kefanaan ketidakpastian akan hari esok yang lebih baik. secara psikologi rakyat Papua dibuat tergantung, secara ekonomis dibuat menjadi konsumtif tingkat tinggi, secara budaya sudah mengalami kerusakan Moral yang sudah mendekati ambang kehancuran, secara politik tidak memiliki pengaruh yang kuat untuk melakukan perubahan secara politik karena semua sudah diatur oleh suatu sistem yng kuat dari Jakarta.

Cengkraman yang menghegemoni papua: Kolonialisme dan Imperialisme

Imperialisme berasal dari bahasa latin yaitu imperium yang mengandung arti yaitu perintah yang oleh Inggris pada 1855 sebagai suatu untuk memperoleh hubungan yang erat antar daerah yang mejadi bagian dari kerajaan Inggris dengan negeri induk dalam perkembanganya kata Imperialisme mengalami perubahan dari perintah menjadi hak memerintah atau kekuasaan untuk memerintah dan berubah lagi menjadi daerah tempat kekuasaan memerintah itu dilakukan yang memiliki tujuan awal yaitu Gold, Glory, dan Gospel ( mencari kekayaan, mencapai kekayaan, serta menjebarkan agama pada daerah atau negara koloni yang dikuasianya).

Imperialisme dalam prosesnya ada 2 tahap yaitu Imperialisme kuno dan Imperialisme modern. Imperialisme kuno dipelopori oleh spanyol dengan Christopher Colomus pada 1493 dengan melakukan ekspedisi pertama ke Indian dan diikuti oleh Portugal dengan Vasco Da Gamal 1499 ini disebut sebagai cikal bakal penjajahan dan kolonialisme dimulai. Imperialisme kuno hanya focus pada penaklukan dan mengeksploitasi bahan mentah  dan dibawa ke negeri asalnya untuk dipasarkan salah satunya rempah-rempah yang memiliki nilai ekonomis. Dan mengalami perubahan pola ketika revolusi Industri di Inggris pada abad 18, maka Negara jajahan dijadikan sebagai koloni untuk dieksploitasi  SDA, serta manusianya  dan dijadikan sebagai tempat pemasaran dengan maksud untuk menguasai ekonomi pada daerah jajahan dan dalam prosesnya menyusul AS, Jepang serta juga beberapa negara kapitalis antara lain Belanda yang menguasai Asia serta terkhusunya Indonesia selama 3,5 Abad, pasca Indonesia merdeka setelah perang dunia II dan terjadilah gejolak antara belanda dan Indonesia dalam merebut papua.

Soekarno memiliki peran sentral dalam memasukan Papua untuk menjadi daerah koloni baru dalam kerangka NKRI.mengapa Papua yang menjadi rebutan antara Belanda dan Indonesia karena Papua memiliki kandungan Sumber Daya Alam yang cukup melimpah dan potensial untuk menghasilkan keuntungan ekonomis jangka panjang bagi Negara yang menang dalam proses untuk merebut papua, serta papua memilik luas wilayah yang cukup ketimbang wilayah Jawa ini hal yang penting, untuk kepentingan ekonomi jangka panjang dan terlihat sekarang Yaitu Freeport yang saham besarnya adalah AS, ada BP LNG dibintuni yang saham terbesarnya adalan kerajaan Inggris, Hutan ( HPH) yang menyebabkan lahan papua hancur, pariwisata Raja Ampat yang memiliki destinasi wisata yang luar biasa, Minyak diSorong, Kelapa Sawit yang membanjiri papua serta mengancam masyarakat contoh kongkrit adalah Miffe dimerauke, Sorong, Keroom, dan Sarmi. Hal ini mengakibatkan alam Papua dalam masa depanya akan dieksploitasi secara besar-besaran ini semua demi kepentingan siapa..? Yang pastinya kelompok kapitalis Global, Kapitalis Nasional dan Kapitalis Lokal yang diwakili oleh kelompok bukan orang asli papua yang bertujuan untuk akumulasi modal untuk keuntungan bagi para kapitalis sedangkan rakyat papua yang memiliki alamnya hanya menjadi penonton, buruh kasar, serta termarjinalkan.

Tujuan dari colonialisme adalah mengklaim daerah yang dikuasainya tersebut masuk dalam wilayah negaranya. Seperti Indonesia mengklaim Papua dan Papua adalah daerah koloninya Indonesia sehingga segala bumi dan kekayaan yang ada dipapua adalah milik Indonesia inilah watak perampok yang penting hasil jarahanya korbanya mau mati atau tak berdaya tidak penting yang penting hasil jarahanya memberi keuntungan. Dan Papua akan dijadikan sebagai daerah pemasaran barang dan jasa yang diproduksi dijawa,sulawasi,sumatera, ASEAN,maupun negara-negara kapitalis karena alat produksi hanya dimiliki oleh segelintir orang itupun berada di jawa, Sulawesi,Sumatera serta Negara-negara kapitalis.

Pada prinsipnya tujuan dari kolonialisme adalah menguasai segala bidang kehidupan masyarakat yang terjajah seperti pendapat dari pengkritk post-Kolonialisme Frans Fanon bahwa kolonialisme akan merusak politik,psikologi, dan Moral Negara terkolonisasi. Akan berkolaborasi dengan Imperialisme serta Kapitalisme sehingga pada akhirnya melahirkan kemiskinan dipapua, penderitaan serta trauma bagi rakyat papua,keterbelakangan dan serta terpecah-belahnya suku bangsa dipapua, dan menyebabkan papua akan kehilangan kepribadiannya. Ini adalah beberapa hal yang dilihat secara kritis sudah terjadi dan berlangsung dipapua sejak papua dianeksasi sampai hari ini dan akan terus berlangsung selama papua masih dalam cengkraman Indoensia dan antek-antek Kapitalisme Global,Nasional dan lokal.

Mengapa bisa terjadi karena dukungan militer dengan kepentingan politik keamanan untuk menjaga kepentingan negara yaitu kepentingan Kapitalisme dengan jargon Investasi menuju pertumbuhan ekonomi yang tinggi setiap tahunya, persoalan mendasar adalah militer dipakai untuk memberi teror, intimidasi serta penculikan maupun pembunuhan kepada rakyat untuk memuluskan kepentingan kelompok-kelompok capital karena biaya keamanan dari kapitalisme cukup besar untuk militer dengan peran sebagai penjaga aset dari kapitalisme sehingga terjadi banyak pelangaran Ham pada daerah-daerah  dengan SDA melimpah seperti Papua, Aceh, Timur Tengah adalah contohnya bagaimana politik Keamanan militer. Sehingga pelanggaran atas kemanusian mengalami treen yang cukup besar terjadi dipapua dari tahun ke tahun  semua dilakukan demi kepentingan capital yaitu untuk akumulasi modal kekayaanya

Birokratisme juga memiliki peran sentral dalam menjamin dan memuluskan setiap kepentingan dari para kelompok pemodal atau yang dikenal kelompok Kapitalis yaitu berupa ijin, pembebasan lahan, maupun menjamin prosedur administrasi agar mulus. Mengapa hal tersebut bisa terjadi karena birokrasi masih Bad Government sehingga muda dibayar atau disuap inilah mentalitas korup, dan memikirkan diri sendiri, efeknya adalah rakyat yang dikorbankan demi kepentingan kelompok pemodal.karena birokratisme adalah pintu bagi kepentingan kapitalisme sehingga kepentingan public bagi rakyat menjadi mandul rakyat menjadi termarjinalkan dan tanah adat mereka dirusak oleh aneka kegiatan eksploitasi yang dilakukan. Sungguh ironis sekali, tetapi itu adalah kenyataan ketika birokratisme,militerisme, serta kapitalisme berselingkuh maka akan melahirkan penderitaan dan kesengsaraan bagi bangsa yang sedang ditindas atau disedang dikuasainya salah satunya yang terjadi dimuka bumi ini adalah ‘’Papua’’.

 

Daftar Pustaka

Kurniawan, Hendro.2013 modul sejarah Afrika I, dari abad kuno hinga zaman       Imperialisme,Programa study sejarah Jurusan pendidikan sejarah Ilmu pengetahuan           social. Fakultas Keguruan. Univ. Sanata Dharma.Yogyakarta

Materi Diskusi, Sejarah AMP. 2017. Bersama AMP Komite Yogyakarta. Di Asrama Tambrauw.11/04/2017