GEREJA PEGUNUNGAN BINTANG & KEMITRAANNYA DALAM PEMBANGUNAN

Oleh Pdt. Yeheskiel Kaladana, S.Th

Pesta demokrasi lima tahunan baru saja selesai diselenggarakan tepatnya pada tanggal 9 Desember 2015. Dari hasil tersebut, Costan Oktemka, S.Ip, dan Deki Deal, S.Ip, nomor urut 4 berhasil meraih suara tertinggi dalam bursa kandidat Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang untuk masa bhakti 2016-2020 dengan jumlah perolehan 33.123 suara.

Perkembangan dinamika pembangunan dalam segala aspek, baik pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur maupun pertumbuhan kesadaran politik di Kabupaten Pegunungan Bintang terlihat jelas semakin berkembang semenjak 12 tahun lalu kabupaten ini hadir. Lebih dari 12 tahun, Drs. Welington L Wenda, M.Si, memimpin Kabupaten  Pegunungan Bintang. Dalam kepemimpinanya telah membuka isolasi pembangunan. Untuk itu, pada periode ke 3 ini, kesempatan emas bagi orang asli Pegunungan Bintang untuk menjadi pemimpin di negerinya sendiri dan meningkatkan pembangunan di segala bidang yang ada. Terutama pembangunan Gereja demi melayani Jemaat atau umat di Pegunungan Bintang.  Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode ke depan harus membuktikan kepada dunia luar bahwa orang asli pegunungan Bintang juga bisa memimpin dirinya sendiri. Kita sama-sama mendukung Bupati dan Wakil Bupati yang ditetapkan nanti dan mendukukung visi, misi dan programnya.

Bupati Pegunungan Bintang, Wellington L. Wenda, tidak lama lagi akan mengakhiri masa kepemimpinannya, sebagai penerus Pekabaran Injil sepatutnya mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak Bupati yang sudah “menebang hutan” pembangunan Pegunungan Bintang dan turut mengambil andil sebagai anak Papua yang melanjutkan pekabaran Injil yang sudah ditaburkan para misionaris yang hadir dan membuka jalan-jalan setapak dari kampung ke kampung, melewati deretan pegunungan, menyusuri ribuan  kali dengan tujuan memberitakan Injil.

Kita sebagai petugas Gereja melanjutkan amanah itu, tugas muliah mengembalakan domba yang hilang. Kemudian kita tidak membedakan agama satu dengan yang lain, tidak fanatik terhadap agama tertentu, sebab Tuhan Yesus datang ke dunia tidak membawa Gereja ke dunia tetapi Yesus hanya membawa keselamatan bagi dunia. Oleh sebab itu,  mari kita bersatu dan bersama-sama melaksanakan Tri Panggilan Gereja bagi Pegunungan Bintang secara bersama-sama. Melanjutkan misi Gereja yang suda dibuka oleh pendahulu kita.

Gereja tidak membawa keselamatan tetapi iman kita tertuju kepada Yesus pasti akan diselamatkan. Oleh sebab itu, kepada seluruh dedominasi Gereja  untuk tidak fanatik atau  menjadi orang yang fanatisme terhadap denominasi tetapi mari jadilah orang yang ber-Tuhan di hadapan Tuhan. Sebagai hamba Tuhan jangan membedakan Agama dan jangan mengembangkan fanatisme keagamaan. Membeda-bedakan agama dan fanatik terhadap agamanya merupakan tanda ketidak-matangan iman kita. Kita membedah-bedahkan maka  pada akhirnya menciptakan jurang perbedaan dalam suatu wilayah. Oleh sebab itu,  seluruh dedominasi Gereja terus menjaga kesatuan dalam pelayanan pekabaran Injil bagi umat Tuhan di seluruh penjuruh Pegunungan Bintang dan berupaya menciptakan kedamaian dan kesejahkteraan.

Gereja-Gereja sedang mengembankan tugas Pekabaran injil di Pegunungan Bintang ini, tidak ada yang kategori tuan rumah dan tamu, tetapi semua adalah tuan diatas tanah Aplim-Apom. Mari kita bergandengan tangan untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah bagi semua orang percaya, karena pekabaran Injil dilakukan bukan untuk dunia melainkan untuk sorga, seperti Yesus juga mengatakan didalam Injil Yohanes Pasal,17 : 1-26, “Aku Bukan dari dunia tetapi aku dari Sorga”.  Mari kita menjadi orang-orang yang benar-benar menjadi hamba Tuhan, bukan untuk dunia dan tidak memandang dari sudut mana, dan dari golongan mana. Kita semuanya menjadi satu dalam Tuhan di tanah Aplim-Appom ini.

Mendukung Pembangunan Bersama Bupati dan Wakil Bupati Periode 2016-2020

Gereja sebagai mitra Pemerintah yang strategis sehingga Gereja menjadi salah satu pilar dari  tiga tungku pembangunan, yakni Pemerintah, Adat dan Gereja. Sebagai salah satu pilar pembangunan maka Gereja menjadi mitra yang baik, membangun sinergitas demi percepatan pembanguan daerah. Gereja berdiam dalam pembangunan, maka umat atau jemaat terjebak dalam euforia pembangunan, arus globalisasi menelan masyarakat, sehingga dalam kehidupan sosialnya dapat keluar dari ajaran-ajaran Gereja.  

Untuk itulah Gereja ikut terlibat dalam pembangunan, menumbuhkan masyarakat yang takut akan Tuhan. Gereja mendorong umatnya terlibat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, para pejabat pun ikut dalam kegiatan Gereja, mendorong Gereja bertumbuh dan berkembang dalam arus pembangunan.

Para pejabat  asli Pegunungan Bintang misalnya seharusnya ikut terlibat secara aktif, bahkan proaktif di dalam aktifitas Gereja, membantu kegiatan sosial Gereja, menjadi penggerak Gereja sehingga iman akan Yesus dapat bertumbuh sangat kuat, karena ada teladan yang diberikan para pemimpin. Karena para pemimpin pemerintahan berada dalam dua sisi, di satu sisi sebagai anggota suatu Gereja namun di sisi lain juga menjalankan misi pekabaran Injil di lingkungan pemerintah.

Demi mendukung program pemerintah Pegunungan Bintang, pada tahun 2016 ini  para Pendeta dari seluruh Denominasi Gereja mempunyai rancangan pemikiran yakni membentuk wadah atau Ikatan para Pendeta-Pendeta untuk mengatur barisan bersama-sama dan melaksanakan Misi Kerajaan Allah di seluruh penjuruh Pegunungan Bintang. Wadah ini menghendaki supaya banyak orang mengenal nama Tuhan karena dunia semakin tua. Kita  bekerja dengan tekun, sabar, setia, adil, dan Pemerintah jadikan sebagai mitra kerja, dan mewujud-nyatakan pekabaran Injil ke seluruh Pegunungan Bintang secara menyeluruh dengan tidak membedahkan siapapun.  Wadah ini bertujuan untuk bersama pemerintah sebagai mitra kerja Gereja melaksanakan misi kerajaan Allah kepada seluruh masyarakat Pegunungan Bintang.

Tuhan Yesus datang ke dunia membawa  khabar keselamatan bagi Umat Manusia di dunia. Pada akhirnya Tuhan Yesus akan mengembail kelompok orang percaya, maka percayalah kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan juru selamat Umat Manusia, orang-orang yang mempunyai pengakuan seperti itulah yang akan memiliki kerajaan sorga. Oleh sebab itu,  kepada semua umat Tuhan di seluruh Denominasi untuk percaya kepada Tuhan dan hidup bersama Tuhan, sebab orang yang hidup di luar Tuhan akan binasa pada akhir Zaman.

*)Penulis adalah Pdt.GKI  Kategorial Maranatha di Oksibil.