BERAKHIR PEKAN BERSAMA PEMANDIAN MARIN DEMON

Alam semestinya adalah sahabat manusia. Tempat di mana semua pembelajaran berasal serta mendampingi hidup manusia hingga akhir hayatnya.

Siapa bisa menolak panggilan alam nan merdu? Kecantikan dan keunikan alam Oksibil yang unik tak akan pernah mampu diabaikan oleh para travelers sejati. Sebut saja pesona alam di bagian manapun di Oksibil pasti akan mampu menaklukkan keangkuhan hati manusia. Gunung, lembah, hutan belantara, kali, sungai, telaga bahkan keindahan yang tertutupi kabutpun begitu membahana.

Rekan pembaca yang berada di kota Oksibil, kemana anda hendak berlibur setelah sepekan berkutat dengan pekerjaan ? Menikmati pemandangan hutan dari suatu bukit, memandikan diri dibawah guyuran air terjun, duduk bersila sambil mendengarkan bunyi riak air di bebatuan kali atau sungai? Menerobos dinding hutan menggapai kesegaran atau kesejukkan dari hutan belantara barangkali? Lokasinya pun dapat anda tentukan sendiri, apakah di dalam kota Oksibil, luar Oksibil, Jayapura, Boven Digoel atau barangkali luar Papua?  Bagi  anda yang berencana keluar Pegunungan Bintang tentu membutuhkan waktu relatif lama dan biaya yang tidak sedikit. Nah bagaimana jika anda memiliki keterbatasan waktu dan finansial namun membutuhkan hiburan?

Jika anda berada pada kategori wisatawan dengan kondisi terakhir dan kebetulan berada di dalam kota Oksibil yang butuh hiburan dengan waktu terbatas serta budget minim maka anda tidak perlu khawatir. Kami mempunyai informasi wisata yang representatif, dijamin memberikan kesejukan, kesegaran, inspirasi serta kenyamanan bagi hati anda. Obyek wisata Pemandian Marin Demon, demikian kami memperkenalkan tempat wisata yang eksotis ini.

Pemandian Marin Demon terletak di wilayah Kampung Esipding, Distrik Serambakon kabupaten Pegunungan Bintang. Tepatnya depan jalan masuk  SMA Negeri Oksibil. Wisata alam pemandian sungai ini masih belum begitu ramai karena jarang atau belum banyak orang yang mengetahuinya. Meskipun demikian, menurut pengelola tempat pemandian ini  telah ada pengunjung  yang datang menikmati wisata alam yang satu ini. Pemandian Marin Demon sungguh alami dengan warna air sungai yang jernih dan bersih, dibalut oleh bebatuan karang yang datar bak bangku yang siap diduduki.

Bagaimana sampai di Marin Demon.

Untuk mencapai lokasi obyek wisata eksotis ini, anda cukup naik bis jurusan Mabilabol-Yapimakot dengan harga Rp 20.000,- sekali jalan atau menggunakan jasa ojek dengan harga Rp 30.000,- sekali jalan. Lebih baik lagi jika menggunakan kendaraan pribadi untuk menghemat pengeluaran. Parkir atau turunlah di jalan masuk SMA Negeri Oksibil lalu pandanglah mata anda ke sebelah kiri jalan, maka akan tampak Koperasi Serba Usaha Tamsimar. Masuklah lewat kompleks Koperasi Tamsimar sebab Pemandian Marin Demon berada di bawah koperasi tersebut.

Apa yang dilihat dan dilakukan

Yang ditawarkan oleh obyek wisata yang unik ini adalah anda dapat melihat dan merasakan suasana tenang, nyaman, sejuk dan segar karena sejauh mata memandang tampak air dengan warna kehijauan, semilir angin yang sepoi-sepoi, hijau pohon, bunyi riak air yang meneduhkan hati anda selama di sana. Jika anda punya hobby memasak, anda dapat pula memasak makanan di sini terutama ayam, ikan dan babi dengan cara membakarnya. Setelah masak anda dapat mempererat tali persahabatan atau kekeluargaan dengan makan bersama di hamparan bebatuan yang ada di sekitarnya. Mandi di sungai adalah pilihan lain yang ditawarkan disini. Bagi yang hoby memotret, lokasi ini adalah pilihan tepat karena didukung dengan keadaan alam yang alami nan eksotis.

Siapa Yang dapat berkunjung

Ketika awak media ini menanyakan siapa saja yang telah berkunjung ke pemandian ini,  Frida F Arwam,S.Pd,M.Si mengatakan “banyak wisatawan lokal yang telah berkunjung memanjakan dirinya di sini. Ada yang datang mandi-mandi, ada pula yang datang menikmati sapuan udara, sebagian lagi duduk refleksikan diri sambil mendengarkan suara riak air, yang lain lagi memasak makanan dengan membakar ayam, ikan dan bebek sebagai pelengkap perjalanan mereka. Wisatawan tersebut kebanyakan dari paguyuban seperti Buton dan Kei serta institusi Bank  Papua”, ungkap ibu yang juga ketua Koperasi Tamsimar itu. Intinya wisatawan dari golongan mana saja dapat berkunjung ke obyek wisata pemandian ini.

Lokasi yang jauh dari jalanan raya menjadikan obyek wisata ini tempat tepat bagi wisatawan dengan tujuan menikmati keheningan, kesunyian dan mencoba mempelajari kuliner baru. Fasilitas di sini masih belum memadai sehingga wisatawan diharapkan membawa perlengkapannya sendiri, seperti payung, tikar, obat dan perlengkapan lain yang dirasa perlu.

Tiket masuk

Ibu Arwam menyatakan tiket masuk ke wisata alam pemandian Marin Demon ini belum ditentukan sebab perlu ada beberapa persiapan dan perbaikan fasilitas penunjang. Sehingga untuk saat ini diserahkan kepada kerelaan dari wisatawan. Namun  akan ditentukan segera setelah Dinas Perindagkop Pegunungan Bintang mengeluarkan karcis retribusi pemanfaatan obyek wisata ini.

Harapan
Berhubung obyek wisata ini belum dilirik secara serius oleh dinas terkait serta pengambil kebijakan yang menganggap bukan program prioritas, maka pemanfaatan obyek wisata belum maksimal. Arwam mengatakan” di lokasi obyek wisata perlu ada pondok wisata sekitar 4 unit untuk wisatawan meletakkan bawaan, istirahat, lindungi badan dari teriknya matahari, hindari hujan atau cuaca ekstrim lainnya dan yang tak kalah pentingnya adalah pembangunan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus)”. Guna memenuhi lokasi wisata dengan fasilitas-fasilitas tersebut, ibu Arwam berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai lembaga tekhnis yang membidangi pariwisata dapat membantu wujudkan sarana-sarana dimaksud.

Inisiatif dan upaya positif dari Koperasi Tamsimar meretas jalan dalam usaha pemanfaatan obyek dan daya tarik wisata pemandian Marin Demon layak didukung secara penuh oleh berbagai stake holders. “Sebab hal itu sejalan dengan upaya memberdayakan orang lokal  lewat upaya-upaya peningkatan perekonomian dari sektor pariwisata”, pungkas ibu Arwam mengakhiri pertemuannya dengan OkNews di lokasi wisata yang asri dan sejuk itu. ( Sostenes Uropmabin)