JELAJAH GUNUNG WA

GUNUNG Wa. Begitulah nama yang diberikan penduduk asli Kabupaten Pegunungan Bintang. Gunung ini dikenal banyak orang dengan sebutan Gunung Botak.

Kebanyakan orang menyebut Gunung Botak karena Gunung Wa itu gundul. Hampir tak ada tumbuhan yang membungkus gunung yang menjulang tinggi  itu. Terkadang,.kemegahan gunung itu tak nampak lantaran diselimuti kabut. Bagi sebagian penduduk asli, menyebut gunung itu, Aplim.

Dari atas Gunung Wa ini, sepanjang mata memandang, Anda dapat menikmati pemandangan  yang luar biasa. Gunung-gunung yang bersambung-sambung dengan hamparan pepuhonan hijau dan selalu tertutup kabut. Bahkan tak jauh dari  Gunung botak itu, Anda akan terkesimak dengan kemehagan air terjun Do.

Gunung Wa ini, dapat dijadikan salah satu objek wisata advonturir yang spektakuler.

Lalu bagaimana untuk mencapai obyek wisata itu? Untuk menjangkau dan menikmati gunung yang terletak di Kampong Mangabip/Aplim ini, dari kota Oksibil,  para wisatawan dapat menggunakan jasa angkutan kota yang melayani rute Mabilabol – Ok Aom.

Ok Aom merupakan sebuah distrik. Jalan raya yang dibangun pemerintah telah menjangkau Distrik Ok Aom. Kemudahan seperti itu tentu saja mempermudah wisatawan dalam menikmati keagungan Tuhan. Harga yang dirogoh untuk sampai ke Ok Aom, memang mahal, sekitar Rp 100,000,- pergi pulang.

Jika tujuan Anda hanya memandang gunung dengan panorama menakjubkan dari kejauhan, maka opsi pertama Anda, cukup memandangnya dari Kampung Baklim, Distrik Ok Aom.

Opsi kedua adalah menikmatinya dari Gunung atau Lereng Anem. Namun jika memilih opsi kedua, berarti harus mempersiapkan diri. Soalnya,  Anda harus menyeberangi sungai Digul, menyusuri jalan setapak dalam hutan dan melewati Kampung Mangabip lalu menyusuri lereng kemudian turun bukit hingga mencapai kali Se (Okse). Dari Okse Anda harus memanjat gunung hingga mencapai Shelter Anem. Shelter ini, bukan berbentuk rumah atau pondokan melainkan tempat peristirahatan alam terbuka .

Dari Lereng Anem, Anda tidak hanya puas memandang dan mengagumi keindahan dan ketangguhan Gunung Aplim/Wa, tapi juga Anda akan “dipaksa” menyelami dan merasakan hawa sejuk, keeksotisan Gunung Yakum dari sisi yang berbeda, keanekaragaman hayati yang terpampang di bantaran kali Se dan Ano.

Lereng  Anem adalah tempat yang cocok bagi mereka yang hendak melakukan relaksasi pikiran dengan menutup mata sejenak ditiup angin sepoi-sepoi. Jalan menuju ke wilayah ini telah dibangun sehingga keselamatan dalam perjalanan dijamin.

Ada pilihan yang lebih baik dan dianjurkan adalah menaiki Gunung Wa itu sendiri. Kami anjurkan agar Anda mengikuti jalur yang ada. Sebelah barat gunung itu ada jalan setapak menuju Distrik Okbibab. Jalan itu cocok bagi Anda untuk mencapai puncak gunung itu. Terus menyusuri jalan setapak dan sampailah di sebelah Gunung Wa.

 Tempat itu juga menawarkan pemandangan yang spektakular. Anda dapat menikmati kemegahan Gunung Wa sembari menghirup udara segar dari udara sejuk  yang dihembuskan oleh kali Silaka yang terletak di bawah kaki Gunung Wa.

Jika Anda berdiri tepat di gunungnya, pandanglah ke arah barat, maka mata anda akan menangkap sejuta keindahan. Sungai Digoel yang mengalir dibawah gunung dan berkelok kelok mengitari  hutan dan perkampungan akan memanjakan mata Anda.

Keindahan yang tak kalah menariknya ditawarkan oleh sisi timur Gunung Wa. Di sana Anda akan menikmati pesona alam lain yang tak akan anda lupakan dalam hidup Anda.

lokasi obyek dan daya tarik wisata ini sedikit menantang maka, wisata advonturir ini lebih cocok bagi Anda wisatawan yang menyukai petualangan di  alam bebas. Bagi anda yang merasakan kepuasan bathin ketika menaklukkan keangkuhan gunung serta alam, maka Gunung Wa adalah obyek wisata yang patut Anda coba. Dijamin pengalaman di sini akan menjadi salah satu perjalanan indah dalam kamus perjalanan Anda.

Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 menyebutkan pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Dengan demikian pariwisata meliputi: (1) semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata;(2) Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata seperti: kawasan wisata, taman rekreasi, kawasan peninggalan sejarah, museum, waduk, pagelaran seni budaya, tata kehidupan masyarakat atau yang bersifat alamiah: keindahan alam, gunung berapi, danau, pantai, sungai, hutan lindung dan lain-lain.

Obyek  dan Daya Tarik Wisata di Pegunungan Bintang sendiri terdiri dari wisata alam dan budaya saja. Jika edisi sebelumnya penulis memuat keunikan dan keeksotisan air terjun Mimka, pada edisi kali ini kami naikkan sebuah obyek dan daya tarik wisata yang dimiliki daerah ini yaitu Wisata Advonturir Gunung Wa. Selain dari gunung itu, kami juga memuat suatu obyek air terjun yang berada pada lokasi yang berdekatan. Yaitu air terjun Do. Gunung Wa sendiri dikenal banyak orang dengan sebutan “gunung botak”. Disebut gunung botak sebab gunung itu nampak gundul hampir semuanya tak ditumbuhi pepohonan. Batu lebih dominan bahkan menjulang tinggi.

Bagi sebagian orang lokal, gunung itu disebut dengan nama aplim. Orang yang tinggal di Oksibil dipastikan telah melihat gunung yang satu ini. Jika belum, minimal telah mengetahui nama obyek wisata yang spektakuler ini.

Orang Muda Katolik (OMK) keuskupan Jayapura yang sempat melakukan pertemuan di Oksibil telah melihat dan mengagumi keindahan alam gunung tersebut. Tidak hanya mereka, beberapa pejabat pemerintahan yang menginjakkan kaki di tanah Oksibil telah melihat dan mengaguminya.

Tips Perjalanan

Mengingat Pegunungan Bintang merupakan wilayah baru, maka kami memberikan beberapa tips perjalanan ke obyek wisata gunung wa sebagai berikut:

  • Sediakan payung karena cuaca tidak dapat diduga dan tingginya curah hujan
  • Selalu sediakan jas hujan, jacket, sepatu boot merk Eager atau sepatu lainnya yang dikhususkan bagi petualangan
  • Sediakan obat-obatan seperlunya mengingat persediaan obat di puskesmas pembantu kekurangan obat serta terbatasnya tenaga kesehatan
  • Siapkan makanan dan minuman seperlunya
  • Bawa selalu kamera lengkap dengan tele panjang dan pendek
  • Jika anda butuh bantuan porter, tanyakan tentang upah atas bantuannya.
  • Belilah souvenir yang ditawarkan hanya jika anda merasa itu amat unik atau perlu, jangan lupa tanyakan harganya terlebih dahulu
  • Yang perlu dilakukan adalah membayar hak ulayat obyek wisata kepada tetua adat; besarnya harga bergantung kepada kesepakatan. Namun demikian jangan berpikir harus membayar mahal.

Sejatinya dengan anda melakukan perjalanan ke obyek wisata ini maka ada hal positif yang diperoleh yaitu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal dan pendapatan asli daerah bagi pemerintah daerah Pegunungan Bintang. Pelaksanaan pariwisata yang komprehensif, pro poor, sistematis, terarah dan berwawasan ramah lingkungan sesuai dengan tujuan penyelenggaraan kepariwisataan nasional yang tertuang dalam UU Nomor 10 tahun 2009. Dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan menyatakan bahwa Penyelenggaraan Kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan obyek dan daya tarik wisata di Indonesia serta memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat persahabatan antar bangsa.

Para petualang mari datang, lihat, saksikan serta rasakan sendiri sensasi berpetualang di gunung spektakuler yang selalu menantang adrenalin anda. (Sostenes Uropmabin)