Kembali ke Alam Bersama Air Terjun Okmimka

Mencari makna dibalik alam, memetik ribuan bahkan jutaan pembelajaran dari indahnya Air terjun Mimka beserta lingkungannya yang eksotis.

 

PERNAHKAH anda berpikir untuk menjauh dari rutinitas keseharian yang menjadikan penat pikiran dengan bermanja ria dibawah guyuran air terjun tanpa ada gangguan dari orang terdekat anda?

Ketika Anda hanya hendak memanjakan jiwa raga dengan kesejukkan dan kesegaran air sehingga alam membersihkan beban pikiran serta mengisinya dengan kesejukkan udara? Jika Anda memilih Ya, maka air terjun yang satu ini bisa jadi pilihan Anda.

Air Terjun Mimka atau orang lokal menyebutnya sebagai Okmimka Bung patut dimasukkan dalam jajaran obyek wisata andalan buruan anda selain obyek wisata alam lain dan budayanya di kota Oksibil. Betapa tidak, air terjun yang terletak di wilayah Barwombung Kampung Kabiding, Distrik Oksibil itu memiliki air terjun yang indah. Okmimka memiliki tiga air terjun, dari posisi yang terendah hingga air terjun di posisi tinggi. Sisi menarik lainnya adalah buangan air terjun yang jauh dari areal itu sendiri senantiasa meniupkan angin yang kencang.

Tiupan udara yang keras  dari air terjun itu, dapat mendorong bahkan menjatuhkan anda sehingga mesti hati-hati. Udara yang sejuk, segar dan menyenangkan merupakan keunggulan lainnya. Persis dibawanya telah terbentuk kolam alam yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat mandi. Alam sekitar yang dikelilingi pepohonan yang rindang memberikan kesejukkan tersendiri, seolah ia dapat berkata ”Selamat datang dan nikmatilah eksotisme alam ini.”

Penulis perlu ingatkan kembali kepada anda calon travellers (pengunjung-red) bahwa siapa pun anda yang hendak menikmati indahnya air terjun Mimka mesti punya jiwa petualang atau advonturir. Sebab lokasi obyek wisata tersebut belum digarap alias masih asli. Lokasinya yang menantang ini patut dicoba oleh anda wisatawan penyuka  advonturir yang kerap mementingkan proses dari pada hasil akhirnya. Maksudnya tantangan yang dihadapi wisatawan dalam proses mencapai itulah letak kepuasan batinnya.

Jika Anda termasuk dalam petualang jenis ini, air terjun Okmimka layak ada dalam agenda perjalanan anda.

Untuk mencapai lokasi ini dapat ditempuh dari dua sisi. Opsi pertama dari kampung Barwombung. Jalan raya yang dibangun pemerintah daerah telah memasuki kampung tersebut. Dengan demikian akses ke lokasi obyek makin mudah dan mendekatkan jarak obyeknya. Kendaraan roda dua dan empat bisa mencapai kampung ini.

Masyarakat Kampung Barwombung juga merupakan pemilik hak ulayat air terjun yang bersangkutan. Marga Uropmabin menjadi satu-satunya pemilik tanah, alam dan segala kekayaan yang ada diatasnya terutama di areal obyek wisata air terjun Mimka.

Menjangkau obyek wisata ini tidaklah sulit sebab jaraknya pun tidak jauh. Menyusuri jalan setapak yang lurus kira-kira 20 menit jalan kaki, anda sudah sampai di kali Mimka. Mengikuti aliran kali Mimka, mempersingkat perjalanan penuh tantangan itu pada obyek wisata eksotis ini.

Air terjun pertama tidak begitu tinggi namun menawarkan kemudahan lain dimana anda dapat duduk bersantai sambil bermain air melepas kepenatan dan kecapekan setelah sekian jauh berjalan.

Menyusuri tanjakan yang sedikit menantang adrenalin, anda akan sampai pada air terjun kedua yang merupakan air terjun terindah. Penulis sendiri mengalami kelelahan yang cukup berat sehingga sengaja berlama-lama di air terjun kedua  ini. Setelah puas mandi di alam terbuka dibawa guyuran beratus-ratus liter air yang ditumpahkan dari bibir tebing, perjalanan dilanjutkan ke air terjun berikutnya.

Bagi anda seniman sejati, lingkungan alam sekitar merupakan sumber inspirasi yang tepat dalam olah seni. Salah satu keunikan lain yang mungkin dapat anda alami adalah mendengar suara burung Siwar (burung maleo) yang dapat meniru suara tertentu. Siwar pun punya kelebihan meniru suara manusia sehingga dapat memanggil nama orang yang bersangkutan seolah-olah manusia sungguhan . Burung itu khusus berada di lingkungan Dopsibi dimana air terjun Mimka berada.

Sejuta Nilai Alam Dopsibi

Air terjun Mimka tidak hanya menawarkan keindahan dan kemewahan air terjun semata melainkan lebih dari pada itu. Vegetasi hutan yang terhampar luas dan membentang dari arah barat ke timur sepanjang kawasan pegunungan Dopsibi sejatinya merupakan sumber paru-paru bagi kota Oksibil. Dari deretan pegunungan Dopsibi  mengalir beberapa kali yang menjadi sumber hidup komunitas disekitarnya bahkan kini menghidupi penduduk kota Oksibil.

Back to Nature atau kembali ke alam. Demikian istilah yang lagi trend dalam dunia kepariwisataan saat ini. Maksudnya adalah orang (wisatawan) lebih cenderung  menikmati pesona alam dan budaya yang benar-benar asli. Jauh dari hiruk pikuk dunia yang dijejali hal-hal yang serba canggih. Wisatawan mencari keaslian, keasrian serta pesona alam dan budaya lokal. Sebab disanalah ditemukan apa yang mereka cari terutama kepuasan bathin.

Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai salah satu wilayah di Pegunungan Tengah Papua memiliki alam dan budaya yang kaya dan asli. Jika kekayaan tersebut dapat digali dan dikembangkan secara profesional, maka akan mendatangkan pendapatan, meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat lokal dan daerah.

Bentangan alam Dopsibi memberikan kehidupan yang berarti bagi kehidupan masyarakat dalam kota Oksibil. Tentu saja manusia mesti memelihara alam tersebut secara bertanggungjawab, sehingga alam pun memberikan balasan yang setimpal.

Kekayaan alam seperti air terjun Mimka memberikan banyak hal kepada manusia. Keindahan patahan air terjun, kesegaran, kesejukkan dalam jiwa wisatawan, ia juga sumber inspirasi bagi seniman, bukti keagungan karya sang Atangki (Allah) dimana IA memberikan air ini sebagai sumber hidup jasmani dan rohani.

Dari sisi kultural, Komunitas adat Iwol Betaabip memandang air ini sebagai air sakral tanda bukti karya, cipta dan karsa sang Atangki. Oleh karena itu, khusus wisatawan wanita diingatkan atau dianjurkan agar tidak mandi pada saat haid. Jika larangan ini tidak diindahkan maka dapat menyebabkan resiko pada kesehatannya.

Ketika ditemui disela-sela kesibukannya di kantor yang terletak di Jl. SMK-Esipding Distrik Kalomdol, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pegunungan Bintang, Hironimus B.Uropmabin,S.Pd  menyampaikan tujuan dari program jangka panjang bidang pariwisata.

Menurut Kepala Dinas, semua potensi obyek wisata yang ada di Pegunungan Bintang, khususnya di kota Oksibil akan digarap semaksimal mungkin agar semua pihak mendapatkan manfaatnya.

Wisata alam dan budaya yang ditawarkan amat kaya akan bentuk dan jenisnya. Obyek wisata alam seperti gua, air terjun, hutan tropis, pegunungan, sungai, kali, kolam, perkebunan (agrowisata), pemancingan, wisata kuliner, tidak kalah kayanya pula wisata budaya yang terdiri dari rumah adat, sastra, seni tari, adat istiadat, bahasa yang mudah dipelajari. “Semua potensi tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah untuk Pendapatan asli daerah,” kata Hironimus.

“Dalam hal ini kita mesti memahami bahwa ketika kita berbicara tentang pariwisata maka kita berbicara soal jasa”, tambah Kepala Dinas Pariwisata. Segala hal yang berkaitan dengan jasa akan menampakkan hasilnya dalam jangka waktu yang lama. Jadi membangun pariwisata tidak sama dengan kita membangun rumah yang langsung kelihatan hasilnya dalam hitungan bulan. Sering orang salah kaprah dimana orang menginginkan atau menuntut hasil pembangunan jasa Pariwisata dalam hitungan bulan padahal tidak selamanya demikian. Yang diperlukan disini adalah merubah mindset (pola pikir) orang tentang pariwisata.

Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri, produk wisata yang dikemas secara baik merupakan suatu keharusan. Namun sebelum dikemas menjadi sebuah produk, potensi objek dan daya tarik wisata dimaksud harus  didata. Selain itu Produk wisata tersebut mesti dipasarkan melalui berbagai media, salah satunya seperti Majalah OkNews ini. (Sostenes Uropmabin)