Ketika Nilai Sakral dari Tarian Ongsang Harus Dilestarikan

Menjajal Kebolehan Seni Tari,  Menguak Eksotisme Budaya Tanah Aplim Apom Dalam Rangka Pelestarian Kearifan Lokal.

GEDUNG studio rekaman milik UPT Museum Negeri Papua yang terletak di Expo Waena, Kota Jayapura seolah-olah menjadi saksi bisu dari kelompok Tari Oksang, dari Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang  yang saat itu sedang menata diri sebelum tampil pada ajang Pesta Budaya Papua XII tahun 2014.

Jika gedung itu seorang manusia, ia adalah orang yang paling beruntung,  soalnya,  ia telah mengetahui rahasia dan kesakralan dari tarian Oksang dengan segala tetek bengeknya. 

Tarian Oksang merupakan sejenis tarian yang berasal dari Suku Ngalum, Pegunungan Bintang. Tarian ini biasanya dipentaskan di dalam sebuah rumah panggung yang sudah dirancang menggunakan teknologi tradisional sedemikian rupa dengan menggunakan material kayu dan rotan sambil mengukur tingkat elastisnya sehingga ketika para penarinya serentak menggerakan tubuhnya mengikuti irama lagu maka kayu yang sudah dipasang di dasarnya akan saling memantul kembali mengikuti irama goyangan kaki para penari. Di bagian lain, tempat yang dikhususkan bagi penonton dirancang normal sehingga tidak terjadi goyangan yang dapat mengganggu konsentrasi keindahan dan keasikan penampilan para penarinya.

Read more ...

Globalisasi Datang, Budaya Ap Iwol Lenyap?

UDARA siang itu agak panas terkena sinar mentari. Meskipun setengah jam sebelumnya diguyur hujan gerimis. Banyak orang memadati perkampungan bermandikan keringat. Ada yang datang hendak menyaksikan upacara adat. Ada pula yang hadir sebagai tuan acara. Ramainya manusia di kampung itu hanya dapat dibedakan dari busana yang dikenakan. Tuan acara mengenakan busana tradisional, sebagian mengenakan pakaian dinas PNS dan yang lainnya pakaian bebas seadanya. Upacara adatnya dihelat jauh dari kompleks perkampungan. Tampak hadir pula reporter dari RRI Stasiun Oksibil dan Majalah OkNews.

Di tengah perkampungan itu pengunjung dihibur oleh tarian Oksang, sebuah tarian tradisional suku Ngalum. Penarinya telah menghiasi tubuhnya dengan aksesoris khusus sesuai ciri khas tarian tersebut. Mengenakan busana koteka dengan aneka perlengkapan perhiasan di badannya demi memperindah penampilan dirinya agar menarik untuk ditonton. Tarian oksang menjadi pilihan tua-tua adat dalam acara adat itu karena jenis tarian ini secara turun-temurun biasanya dipentaskan untuk memuliakan keagungan Atangki (Allah) dan memohon kepadaNYA agar tercipta keharmonisan dan kedamaian hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Allah.

Read more ...