Geliat Anak Pedam Mengenjam Pendidikan di Borban

 

Okbab-OkNews, Untuk mendapatkan pendidikan di daerah pedalaman seperti di Pegunungan Papua tidak mudah membalik telapak tangan, karena selain tidak ada sarana pendidikan seperti ketersediaan gedung sekolah, tidak ada guru menjadi penghambat anak anak mengakses pendidikan dasar. Walau pemerintah membangun Gedung sekolah, sarana prasarana lain yang mendukung proses belajar mengajar tidak ada seperti guru, buku mata pelajaran, Papan Tulis, Spidol, kapur tulis maupun berbagai sara lainnya.

Kampung pedam merupakan salah satu kampung dari 12 kampung distrik Okbab, kabupaten Pegunungan Bintang. Kampung ini berada di ujung barat dari Borban, ibukota  distrik Okbab. Kampung ini mempunyai satu Sekolah  Dasar, dengan nama sekolah itu “SD Inpres Pedam”. Anak anak pedam biasanya sekolah di SD ini, ada guru anak anak memulai belajar mengajar, jika tidak ada guru sebaliknya tidak sekolah.

Walau kondisi sekolah yang sangat tidak menentu, anak anak pedam tidak patah semangat untuk menimbah ilmu di Negeri orang. Seperti di Borban, ibukota distrik Okbab. Tidak hanya di Borban, mereka Sayembara di sejumlah daerah seperti di Kota Oksibil, Apmisibil, maupun Sentani, Jayapura.

Menurut pantauan OkNews di Borban, sekitar 10 anak kampung pedam mengenyam pendidikan di SMP YPGI Borban distrik Okbab. Ketika ditanya ada yang sekolah di kelas VII, VIII maupun kelas IX. Misalnya, Delius Keduman saat ini duduk di bangku kelas IX. Ia mengatakan “ Setelah lulus saya mungkin melanjutkan pendidikan lanjutan di Sentani kalau tidak di Oksibil” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan “kami anak pedam ada 10 anak yang bersekolah di SMP YPGI Borban, banyak tetapi sebagian pindah sekolah atau putus balik ke kampung halaman” Keduman.

Sebagai anak perantauan, hidupnya memang sulit. Apalagi merantau untuk bersekolah, jika merantau untuk mencari pekerjaan tidak menjadi soal karena merantau untuk mencari pekerjaan demi bertahan hidup, tetapi anak anak ini merantau untuk mencari ilmu sebagai bekal masa depan dirinya, memperbaiki nasib keluarganya, maupun kelak mengisi pembangunan di kampung halamannya di Pedam.

Anak anak dari kampung Pedam tinggal di salah satu gubuk tua yang dibangun belasan tahun lalu. Gubuk ini bangun oleh senioritasnya sebagai tempat tinggal selama sekolah di SMP. Gubuk yang tidak terlalu luas itu menampung 10 anak pedam dan bersekolah di Borban.

Untuk menghidupi kehidupan mereka selama pendidikan di Borban, ibukota Distrik Okbab mereka bekerja kebun, bela kayu bakar maupun membantu masyarakat Borban untuk makan atau biaya kebutuhan pendidikan. Salah seorang anak yang tidak sempat menyebutkan namanya mengisahkan “ kami biasa kerja kebun di dekat kali Okbab. Setelah pulang sekolah langsung terjun ke kebun untuk bekerja atau memetik hasil kebun” ucapnya. Mereka bekerja untuk bertahan kelangsungan hidup dan mengenyam pendidikan SMP demi meraih masa depan yang diimpikan. (Frans Kasipmabin)