MAHASISWA OKBAB DAN KADER KESEHATAN KAMPUNG PEDAM KECEWA TERHADAP PERNYATAAN BUPATI PEGUBIN DI MEDIA MASSA

Jayapura-Oknews, Kader Kesehatan Kampung Pedam dan mahasiswa distrik Okbab sangat kecewa  atas Pernyataan Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang Costan Oktemka, S.IP  pada saat jumpa pers di  Hotel Grand Abe, Rabu (24/1). Dalam jumpa pers tersebut Bupati menepis pemberitaan sebelumnya dengan mengatakan kematian bayi di kampung Pedam merupakan data kematian dari bulan januari-desember 2017.  Bupati mendapatkan laporan dari tim TNI/POLRI yang dikirim ke kampung Pedam. Selain itu,  mengaku  data didapatkan dari kepala kampung setempat. Sama halnya,  kepala Bidang Sumber Daya Manusia Dinas Kesehatan Pegubin, Iriyanto Pawika menegaskan tidak ada yang meninggal karena campak atau gizi buruk,  23 pasien anak dan 4 dewasa yang diberitakan di media sosial hingga meninggal karena kasus  Ispa, diare dehidrasi berat, gizi kurang dari bulan januari-desember 2017. Menurutnya tidak benar  27 orang meninggal dalam tahun 2018, yang benar hanya satu orang meninggal pada tanggal 21 januari 2018.

Baca: http://lintaspapua.com/2018/01/25/tidak-benar-di-pegubin-ada-klb-campak-dan-gizi-buruk/

Namun menurut laporan kader setempat, Depinus Deal kepada Oknews, Kamis (25-01/17) bahwa  7 orang meninggal  bulan desember 2017  dan 20 orang  bulan januari 2018.   Kader Kesehatan yang mengabdi di kampung Pedam selama 38 tahun tersebut mengatakan kasus kematian ini tidak pernah ada perhatian dari pemerintah daerah setempat sehingga pihaknya melaporkan kasus kematian tersebut kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk ditindak lanjuti. Lalu beliau mengaku kaget karena sementara pihaknya di Provinsi pada hari  senin 22 januari 2018 barulah pemerintah setempat mulai mengirim  tim  kampung Pedam.

“ Pada saat saya melaporkan kasus ini di Provinsi barulah pemerintah Pegunungan Bintang mulai mengirim tim ke sana”, katanya.

Dirinya mengaku selama ini belum pernah ada kerja sama yang baik dengan kepala Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan  Kabupaten Pegunungan Bintang sehingga dirinya bersama mahasiswa Okbab melaporkan kasus ini ke Provinsi.

Mahasiswa asal distrik Okbab juga turut sesalkan atas kematian berturut-turut anak-anak kecil yang adalah generasi penerus Pegunungan Bintang. Mereka menuding Bupati Pegunungan Bintang selama ini tidak bekerja. “ Kami menolak dengan tegas pernyataan Bupati di media massa, kami anggap Bupati selama ini tidak bekerja. Walaupun Bupati mengatakan ini bukan KLB tetapi menurut kami  kasus kematian ini kejadian luar biasa karena baru kali ini anak-anak kecil yang diharapkan  menjadi penerus pembangunan Pegunungan Bintang meninggal berturut-turut dalam jumlah yang sangat banyak” katanya.

Lebih lanjut pihaknya merasa dikorbankan atas bantahan Bupati Pegunungan Bintang yang tidak benar dan seolah-olah pemerintah sedang menyelenggarakan pemerintahan dengan baik.  Mereka menegaskan kepada publik agar tidak mudah percaya dengan pernyataan Bupati karena selama ini Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan setempat tidak menjalankan tugas dengan baik.

Merekapun tak lupa mengucapkan terima kepada semua pihak yang membantu masyarakat Pedam, yaitu Pemda Pegunungan Bintang dalam hal ini Bapak Wakil Bupati, Decky Deal, S.IP., Dinas Kesehatan Provinsi Papua,   TNI POLRI serta Walikota Surabaya,  Tri Rismaharini atas bantuan makanan dan obat-obatan kepada masyarakat kampung  Pedam Distrik Okbab. (ON)

Daftar Orang Meninggal Masyarakat Kampung Pedam Distrik Okbab Kabupaten Pegunungan Bintang