PERESMIAN DAN PEMBERKATAN GEREJA KATOLIK ST.YUSUF KUBIPKOP

Gedung gereja merupakan suatu sarana bagi umat Kristiani dalam memuji dan mengagumi keagungan Tuhan. Oleh karena itu gedung gereja menjadi suatu keharusan untuk mempermudah proses komunikasi dengan Tuhan.

Salah satu umat yang berusaha membangun fisik gedung Gereja adalah umat Stasi Santo Yusuf Kubipkop, Paroki Oklip,Dekenat Pegunungan Bintang. Gereja mungil yang indah tersebut terletak antara kampung Kubipkop dan Ok Ano, Distrik Oksebang Kabupaten Pegunungan Bintang. Pembangunan gereja dimulai pada bulan Mei hingga selesai pada September 2017.

Ada cerita yang unik dari proses pembangunan gereja ini. Bahan impor seperti seng, paku, lampu, chainsaw, bahan makanan, BBM diangkat oleh tenaga manusia. Penulis sendiri telah menyusuri jalan menuju Kubipkop. Umat menyusuri jalan setapak dengan beban berat di badan mesti melewati jembatan yang terbuat dari rotan, menyusuri hutan, menaiki gunung, menyusuri lereng gunung, menapaki turunan tajam sambil harus hati-hati sebab sekali terpeleset maka maut sudah pasti  menjemput di dalam jurang yang terjal dan tak diukur dalamnya.

Hambatan geografis tadi rupanya tidak mematahkan animo umat Stasi Santo Yusuf Kubipkop dalam membangun gereja. Hal itu terbukti dengan telah dibangunnya gereja yang diidam-idamkan oleh seluruh umat di stasi tersebut.

Theresia Tepmul, Ketua Stasi Santo Yusuf Kubipkop menyatakan puas atas hasil yang dicapainya bersama umat dalam membangun gereja yang baru. “ Hal yang paling mengganggu dalam pembangunan gereja adalah material bangunan impor yang harus diangkat dengan tenaga manusia sedangkan jarak tempuh amat jauh dengan kondisi geografis yang tidak bersahabat”. Syukurlah bahwa semua sudah berakhir. Yang penting sekarang bagaimana iman umat ditumbuhkan agar mampu menjadi umat yang baik dan bertanggungjawab, ucapnya menambahkan.

Pembangunan gereja yang menghabiskan dana sekitar 260 an juta tersebut tampak gagah dan indah. Interiornya pun dirancang sederhana meski tidak terkesan murahan dengan dinding papan beratapkan seng multi roof. Tepmul mengatakan selama pembangunan banyak orang telah menyumbangkan tenaga, pikiran dan material serta finansial. Dana berasal dari kombas-kombasdalam stasi, stasi Apom dan perorangan sedangkan peralatan liturgi dari pusat paroki Oksibil. Ibu Tepmul yang sederhana namun periang ini menyatakan ia baru menjadi Ketua Stasi tahun 2014. Kesetiaannya dalam tugas perutusan menjadiakannya disayang oleh para umat.

Bapak Cosmas Asemki, salah satu umat menyatakan gembira dengan adanya gedung gereja baru. Ini merupakan salah satu dorongan bagi kami dalam hidup menggereja. Selama ini kami aktif dalam hidup menggereja. Semoga hal tersebut dapat terus berlangsung di masa yang akan datang, kata Asemki dalam nada optimis.

Gereja Katolik Santo Yusuf Kubipkop diresmikan dan diberkati oleh Dekan Dekenat Pegunungan Bintang, Pastor Petrus Hamsi,Pr dan dibantu oleh pastor paroki Oklip, Pastor Carolus Boruk,Pr. Peresmian dan pemberkatan dilakukan pada hari Jumat 30 Desember 2017 jam 13.00 WIT di Kubipkop.

Sebagai ungkapan rasa syukur dan tanda kebersamaan umat, pada kesempatan itu juga disediakan makanan lokal yang dimasak secara tradisional/barapen yang menghabiskan babi sekitar 25 ekor. (Sostenes Uropmabin)