Negeri Ok Yang Kesulitan Ok

Ok dalam bahasa Ngalum adalah air. Dalam bahasa Ketengban Me/Mek. Media ini dengan penuh kesadaran yang mendalam memberikan nama OkNews (Kabar Dari Negeri Ok). Edisi perdana Media ini menurunkan dasar pemberian nama (para pembaca yang budiman bisa menikmati edisi perdana tersebut). Wujud dari negeri Ok, Manusia Kupel, Ngalum, dan murop hidup di sepanjang air (sungai, danau, kali) sehingga dalam penyebutan nama kampung tersebut diawali dengan penyebutan uruf Ok (bukan Oke). Misalnya Oksop, Okbape, Oksibil, Oknangul, Oklip, Okbi, Okbab dan Pamek, serta berbagai nama kampung lainnya.  Untuk memenuhi kehidupannya, masyarakat yang hidup di kampung kampung ini bercocok tanam (berkebun), berburu, di sepanjang sungai/kali.

Air merupakan salah satu kebutuhan hidup bagi manusia. Tidak hanya manusia, air sebagai sumber terpenting dalam segala mahluk hidup di muka bumi. Air juga merupakan sumber hidup bagi mahluk hidup di darat, laut maupun di udara baik itu hewan maupun tumbuhan. Tanpa air tidak ada tanda tanda kehidupan di muka bumi ini. Menurut dokter, manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum karena sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia 73% nyaadalah air. Untuk itu air menjadi sumber terpenting dalam tubuh (jiwa) manusia. Berbagai penelusuran media ini menemukan air sangat fital dalam kehidupan mahluk hidup di dunia ini.

Kebutuhan air bagi manusia misalnya, dalam rumah tangga, seperti minum, masak, mandi, cuci dan pekerjaan lainnya. Keperluan umum seperti kebersihan jalan dan pasar, pengangkutan air limbah, hiasan kota, tempat rekreasi dan lain-lainnya; keperluan industri, misalnya untuk pabrik dan bangunan pembangkit tenaga listrik; keperluan perdagangan, misalnya untuk hotel, restoran,dan lainnya. Serta keperluan pertanian dan peternakan; keperluan pelayaran dan lain sebagainya.

Penelusuranlain media ini menemukan fanfaat air didalam tubuh manusia seperti, mengatur suhu tubuh, penting untuk aktivitas kimia dalam tubuh, berfungsi sebagai pelarut untuk mineral, vitamin, asam amino, glukosa agar mudah diserap oleh tubuh.  Membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh sel tubuh; memastikan tubuh senantiasa bertenaga;bertindak sebagai penyerap hentakan di sarafjantung dan organ dalam badan. Kemudian air juga meningkatkan metabolisme sel, mengeluarkan zat yang tidak berguna dalam tubuh.Air telah memenuhi kebutuhan kehidupan manusia.Untuk itu manusia mempunyai kewajiban untuk menjaga, kelola air dan dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Air Bersih di Ibukota Pegunungan Bintang

Sejatinya sebutan negeri Ok yang disandang Pegunungan Bintang bias menjadi jaminan akan ketersediaan air bersih yang cukup. Cukup untuk memenuhi kebutuhan akan air. Dalam kota Oksibil misalnya. Kebutuhan atau permintaan akan air bersih semakin menningkat seiring semakin banyaknya penduduk. Penduduk tersebut merupakan PNS dan swasta yang selalu berdatangan dari luar Pegunungan Bintang baik orang Papua maupun pendatang (luar Papua). Sudah layak dan pantas jika pemenuhan kebutuhan akan air menjadi focus utama pemerintah daerah mengingat vitalnya fungsi air bagi kehidupan.

Pengadaan air bersih di Oksibil,ibukota Pegunungan Bintang belum berjalan maksimal sejak14 tahun hadirnya kabupaten di negeri Ok. Wilayah yang dimekarkan menjadi kabupaten definitive pada tahun 2002 lalu ini belum menemukan cara yang tepat dalam penyediaan air bersih. Berbagai upaya telah dilakukan namun hasilnya amat tidak memuaskan. Kini pengadaan air bersih bagi warga di ibukota menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.Pemerintah daerah Pegunungan Bintang mempunyai tangungjawab penuh untuk menyediakan air bersih bagi warga negara yang hidup di Oksibil dan sekitarnya.

Sampai dengan saat ini pemerintah daerah telah menyediakan air bersih dari berbagai sumber mata air di sekitar Oksibil dan beberapa distrik lainnya berdekatan dengan ibukota kabupaten. Misalnya pada tahun 2006 pemda mengalirkan air Kapnum, tahun 2008 Oktenma. Bahkan Pada tahun 2016 pemerintah daerah merencanakan air bersih didatangkan dari kampung Parim, Distrik Serambakon, namun belumseriusdalampengadaan air bersihtersebut.

Dalam pengadaan air bersih ini banyak kendala yang dihadapi oleh pemerintah terutama pemahaman warga terhadap pentingnya air bagi kelangsungan hidup manusia. Akibatnya belum ada perawatan dari warga terhadap saluran air bersih.Selain itu pemanfaatan air menjadi kendala. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) kabupaten Pegunungan Bintang, Michael Mantiribelum lama ini kepada OkNewsdi ruang kerjanya mengatakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat,dinas terkait harus melakukan sosialisasi tentang pentingnya pemanfaatan air. Disiplin dan karakter masyarakat harus dibinasehingga tidak melakukan tindakan pemotongan pipa, pemborosan air dan lainnyaungkap kepala Bappeda.

Kepala BAPPEDA menjelaskan, Persediaan Air memang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup warga ibukota. Tetapi semua pengguna air harus hemat. Pipa yang dipasang masih dipotong warga, sistem jaringan terganggu. Setiap pengguna air harus pakai meteran. Masyarakat harus bayar. Warga yang menggunakan air berlebihan maka bisa diukur dari meter yang dipasang dan membayar lebih juga. Untuk itu harus ada peraturan daerah menyangkut Retribusi Air untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD), tegas Kepala Bappeda.

Tanggapan Warga Ibukota Terhadap Air Bersih

Warga yang hidup di distrik Oksibil maupun distrik Kalomdol, merupakan pengguna air yang dialirkan oleh pemerintah daerah. Pantauan media ini sepanjang jalan Raya Kabiding, Jalan kampung Okmakot, pipa yang dipasang oleh pemerintah daerah dipotong dan memasang Selang. Kadang potong dan dibiarkan airnya keluar begitu sajamengalirbebas. Kepala kampung Okmakot, Belasidus Bamulki mengatakan, warga memotong pipa ini motifnya tidak tahu. Bahkan warga belum pernah menjelaskan siapa pelaku pemotongan Pipa dan motifnya apa. Warga pastinya memotong pipa di malam hari, tegasnya.

Kepala kampung Okmakot, Belasidus Bamulki mengatakan pemerintah daerah sudah mengalirkan air bersih ke ibukota tetapi belum lancar. Khusus di kampung Okmakot distrik Oksibil ini, pemda sudah bangun, memasang pipa mengalirkan air bersih namun airnya tidak lancar, kadang sampe berbulan-bulan.Untuk itu ia berharap tahun 2017 ini kebutuhan akan air bersih harus dipenuhi. Pemerintah mencari sumber air yang bisa menghidupi warga ibukota, pungkasnya.

Sementara itu, Feri Tapyor kepala kampung Mabilabol mengatakan bak penampung air yang dibangun oleh pemerintah daerah di kabiding sudah rusak, karat tidak bisa menampung air bersih. Pipa bocor, kadang karat karena sebagain warga yang bikin bocor. Pipa yang sudah pasang ini tahun 2009 sehingga karat, pemerintah daerah memasang sembarang juga. Tidak rawat, sehingga rusak cepat. Kalau bisa setiap titik di kota Oksibil harus dibangun bak penampung air bersih.                 

Terkait dengan pengadaan air bersih ini, pemerintah melalui DPRD telah mengesahkan anggaran 20 miliar di tahun 2016. Namun tahun ini belum ada air bersih yang dialirkan ke ibukota. Ketua DPRDPegununganBintang, Petrus Tekege mengatakan “Untuk pengadaan air bersih pada tahun 2016 ini, DPRD mengesahkan sekitar 20 Miliar. Tahun anggaran 2016 kita fokuskan tiga bidang utama, air bersih, jalan, dan listrik. Tahun ini harus dikerjakan. Untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga ibukota. Lokasinya ada di Parimucapnya.

Macetnya air bersih di ibukota menjadi persoalan tersendiri yang patut dipertanyakan. Rumah-rumah warga belum dialirkansehingga selama ini warga mengkonsumsi air hujan. Memasuki 14 tahun kabupaten, nasibnya sama saja. Sejauh ini pemerintah menyediakan air bersih tanpa pengawasan yang jelas sehingga pipa pipa yang dibangun pemerintah, dinas pekerjaan umum selalu ditemukan bocoratau berkarat.

Dinas Pekerjaan Umum sebagai dinas teknis yang membidangi air telah berupaya untuk menyediakan air bersih dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2016. Berbagai survei dilakukan dari Jalan Bulangkop (2004) hingga di daerah Parim, distrik Seram (2016) karenadanasudah dianggarkan.

Yance tapyor, ST, Kepala seksi Perumahan, Bidang Cipta Karya kepada OkNews mengatakan  pada tahun 2006 kami melakukan studi dan berhasil mengalirkan Ok Kapnum, namun debitnya kurang disebabkan karena tebang kayu sembarangan, kerja kebun dan berbagai jenis kegiatan lainnya. Kemudian pada tahun 2008 kita berhasil mengalirkan Oktenma, ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pipa yang kami pemerintah daerah sediakan berbeda dengan pemerintah Provinsi. Pemerintah kabupaten menyediakan pipa 4 Inci, sedangkan provinsi sediakan 6 Inci. Hal ini menyebabkan pada saat pemasangan tidak tersambung dengan baik. Akibatnya sering bocor, tegasnya.

Sementara itu,Anthoni C. Rumbiak, ST,  Kepala Seksi Tata Ruang, Bidang Cipta Karya menjelaskan anggaran untuk menyediakan air bersih di Kota Oksibil harus besar. Agar penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup warga ibukota ini didatangkan dari mata air yang debitnya kuat. Ia berharap pada tahun 2017 ini anggaran untuk menyediakan air harus dinaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Terkait dengan pemilik mata air, pemerintah daerah sudah membayar,ucapnya. 

Untuk menjaga mata air, pemerintah daerah melalui dinas pekerjaan Umum harus menyiapkan tenaga honor dan dibiayai khusus. Walau pemerintah sudah menyediakan para Honorer namun pembiayaan terkendala. Timeus Ningmabin misalnya pemerintah menunjuk ia untuk menjaga mata air, tetapi akhir-akhir ini pemerintah belum membayarnya. Timeus berharap pemerintah daerah harus memperjelas tenaga honor dan membiayai secara khusus, supaya kami bisa menjaga air dengan baik ucapnya.

Berbagai kesempatan, Bupati Costan Oktemka, S.Ip selalu mengatakan bahwa tahun 2017 adalah tahun kerja. Untuk itu, pada tahun ini berharap pemerintah daerah bekerja keras dan mengalirkan air bersih ke rumah warga, sehingga bisa memenuhi kehidupan warga di sekitar ibukota ini. Dengan demikian negeri Ok ini tidak kesulitan Ok lagi. Semoga! (Frans Kasipmabin/Timotius Aomsen)

 

 

 

 

.