Bupati Costan Oktemka : Kami Mengusung Gerakan Perubahan

 

Pertarungan Politik dalam rangka memilih kepala daerah telah usai. Hasilnya pun telah kita ketahui bersama. Nomor urut keempat atas nama pasangan Costan Oktemka, S.Ip dan Decky Deal,S.ip telah dinyatakan unggul dan otomatis keluar sebagai pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua. Pimpinan daerah yang keduanya masih muda ini sejak maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021 mengusung konsep Perubahan. Dalam Visi dan Misi pasangan ini memuat program-program perubahan yang lebih dikenal dengan Gerakan Perubahan.

Dalam rangka mengenal lebih dalam tentang GerakanPerubahan, awak OkNews bertandang ke Kediaman Bapak Bupati Pegunungan Bintang, Costan OktemkaS.Ip yang terletak di kawasan Ngutok, Kampung Kabiding Distrik Oksibil beberapa saat lalu. Rekan pembaca yang budiman, mari kita simak petikan wawancaranya.

Ini pertanyaan yang mungkin menurut Bapak Bupati tidak tepat, tetapi bagi kami pertanyaan ini penting untuk pertanyaan-pertanyaan yang lain. Apa motivasi Bapak untuk menjadi bupati kabupaten Pegunungan Bintang?

Motivasinya itu supaya ada perubahan bagi masyarakat Pegunungan Bintangdi semua segi kehidupan. Karena itu ada latar belakangnya, mengapa saya bisa katakan seperti itukarna selama ini saya lihat kita masyarakat ini kelihatanya kebanyakan sudahh tidak diarahkan untuk dia bisa mandiri dan sejahtera. Jikapemerintahan sebelumnya saya lihat lebih banyak ini konsumtif dan tidak produktif sehingga sebagaimana saya punya visi dan misi itu, saya menghendaki supaya ada perubahan dari sisi itu agar masyarakat kita mandiri dan sejahtera.Untukmenjadikanmasyarakatmandiridansejahterapikiran dasarnya kita tuangkan dalam visi, misi bupati dan wakil bupati.Motivasinya hanya itu, supaya ada perubahan. Karena dengan melihat keadaan yang ada ini saya tidak percaya yang lain, bisa melakukan sebagiaman saya pikirkan, maka saya harus jadi bupati supaya apa yang saya pikirkan itu bisa terlaksana dan itu kami tuangkan dalam visi dan misi kami dandalam waktu tidak lama lagi akan dibuat RPJMDnya sesuai dengan Visi Misi kami itu.

Kalau motivasinya demikian, apa konsep Bapak Bupati untuk membangun kabupaten Pegunungan Bintang?

Dalam rangka menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera maka kita tentu akan mengedepankan beberapa sektor penting di bidang ekonomi, tetapi untuk mendukung program-program lain seperti pendidikan, kesehatan yang baik dengan infrastruktur yang memadai. Semua ini akan mendukung masyarakat ke depan bisa mandiri secara ekonomi dan sejahtera. 

Bagaimana konsep itu mau dikonkritkan dalam 5 tahun kepemimpinan Bapak?

Nanti kita akan dahulukan perbaikan kinerja pemerintah yang ada. Pemerintahan yang ada ini, yang gemuk ini beberapa dinas dan badan akan digabungkan supaya segala sumber daya yang ada bisa dimaksimalkan dengan baik. Jadi pemerintahannya terlebihdahuludiperbaiki, karena walaupun visi dan misinya bagus tetapijikapemerintahanya tidak betul, maka itu hanya sebuah mimpi saja. Jadi yang pertama dilakukan adalah perbaikan tata kelola pemerintahan. Setelah perbaiki pemerintahan ini akan diikuti dengan yang lain, karena itu dalam waktu dekat ini ada sidang non APBD untuk penetapan perda yang baru tentang struktur kelembagaan daerah yang baru. Dengan demikian, maka diikuti dengan konsep perubahan di bidang anggaran. Jadi anggaran yang disusun sekarang ini, kami akan rubah secepatnya, supaya bisa disesuaikan dengan Visi Misi bupati; lalu setelah itu kami sudahh mulai action agenda perubahan itu. Jadi pemerintahan diperbaiki, anggaran disesuaikan dnegan Visi Misi baru agenda perubahan kita mulai lakukan. Dan beberapa hal yang kami mulai lakukan itu, misalnya tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan diikuti dengan badan usaha milik kampung. Badan usaha milik kampung ini untuk seluruh Pegunungan Bintang, BUMD milik kabupaten. Dan ini menjadi mitra pemerintah dalam hal pengembangan ekonomi rakyat. DalamkonsepnyaBUMK dengan BUMD ini menjadi motor penggerak ekonomi masyarakatkarena  kita ditahun ini dapat dana yang besar dari pemerintah pusat. Dikabupaten ini diwajibkan mengalokasikan 10 % dari DAU (Dana AlokasiUmum) tapi ditahun anggaran ini saya lihat tidak dialokasikan,saya heran. Anggaran 1,2 triliun tapi dana desa yang wajib dialokasikan tetapi tidak dialokasikan, anggaran Desa juga kami akan alokasikan dari kabupaten itu 10 % dari DAU berarti 10 % dari 870 Miliar dialokaiskan untuk dana desa. Desa besok ini akan kelola dana yang besar karena itu, dalam bulan ini juga akan melakukan pelantikan kepala Distrik danpemilihan kepala kampung bulan april. Itu semua dalam rangka mensukseskanagenda perubahan itu, supaya dalam pemerintahan yang baru, Visi Misi yang baru, kita bisa terus berjuang untuk lakukan perubahan.

Nahhal yang sangat penting adalah perubahan karakter. Kita sudah degradasi karakter orang Pegunungan Bintang dalam 13 tahun ini. Kita sudahh mulai menjadi orang lain, bukan orang kupel, ngalum, murop sesungguhnya lagi. Karena itu kita mulai dengan pemimpin yang baru, sistem yang berbeda karena itu sebagiamana saya sampaikan syukuran kemarin, kepala Distrik, kepala kampung akan ditampung di Seram untuk berdoa dan puasa. Ini dalam rangka perubahan, doa dan puasa untuk perubahan. Perubahan itu mulai dari pemimpin. Jadi kepala kampung dengan kepala Distrik tidak mau komitmen untuk mau rubah mulai dari diri dia, maka harus diganti. 10 hari berdoa dan puasa di seram. Pada saat kenaikan tuhan hingga turunya Roh Kudus, dan hari Pentekosta kedua disaat turunya Roh Kudus itu kita mau lantik kepala kampung dan kepala Distrik. Nah itu, sebagai bagian dari perubahan itu dan kita mau dimulai dari pemimpin.

Untuk mendukung konsep pembangunan tadi, bidang strategis apa yang akan dijadikan sebagai fokus perhatian selama 5 tahun ke depan?

Itu pendidikan dalam arti luas, tetapi secara keseluruhan untuk masyarakat Pegunungan Bintang itu ekonomi. Memang infrastruktur itu akan dibangun tetapi, masyarakat ini harus disiapkan supaya akses yang terbuka ini bukan untuk orang lain tetapi untuk pembangunan manusia Pegunungan Bintang, sebab akses kita buka tetapi masyarakat kita tidak siapkan maka kita akan jadi penonton seperti yang terjadi sekarang ini. Dengan jalur pesawat saja kita sudahh jadi penonton apa lagi dengandibukanya jalan antar kabupaten. Jadi jalan akan dibuka sini sana tetapi masyarakat tidak disiapkan maka sia-sia.Untuk itu kita bertanggungjawab untuk menyiapkan masyarakat agar berdaya secara ekonomi, masyarakat harus menjadipelaku ekonomi. Fokus ke depan itu pengembangan ekonomi, dengan berpikirbagaimana supaya masyarakat ini bisa kerja, jadi pelaku ekonomi, masyarakat bisa produktif bukan konsumtif dan kemudian dia bisa mandiri secara ekonomi, kalausudahh mandiri secara ekonomi, maka secara otomatis dia pasti sejahtera. Fokusnya itu pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi, dan infrastruktur. Kalau ekonominya kurang bagus, maka pendidikan buruk, kesehatan tidak terjamin. Jadi semua ini harus mendapatkan porsi yang sama.

Untuk itu, kita akan kembangkan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal. Kita akan kembangkan ekonomi lokal. Terutama setiap kampung wajib tanam kacang kedelai. Semua kampung dari 277 kampung wajib menanam kacang kedelai. Kita mau Pegunungan Bintang produksi kacang kedelai. Jadi seluruhnya 277 kelompok kerja kebun kacang kedelai. Dari kedelai ini kita buat susu kedelai, setiap orang wajib minum susu kedelai yang kita akan produksi. Baik di kantor, sekolah-sekolah, maupun ibu hamil. Selain itu, setiap kampung kita akan proteksi, daerah tersebut berpotensi apa, sehingga kita tekankan untuk kembangkan potensi tersebut. Misalnya kampung tersebut berpotensi kembangkan ikan, maka kita dorong untuk kembangkan ikan supaya kampung itu dikenal dengan kampung Ikan, ataupun yang lain seperti kampung kacang, kampung buah merah, kampung nenas, kampung kopi dan lainya. Kita mau komoditi unggul yang ada dikembangkan begitu.

Bagaimana bidang-bidang strategi itu hendak dikembangkan dalam 5 tahun kepemimpinan Bapak?

Misalnya pendidikan. Bidang pendidikan ini ada strategi baru yang kita kembangkan, untuk pendidikan dasar dan menengah terutama pendidikan dasar.Untuk pendidikan bagi masyarakat selururhnya tetap harus ada guru kontrak. Guru kontrak ini untuk menjangkau yang tidak terjangkau, di kampung-kampung yang jauh, mereka mendidik anak-anak yang seharusnya sekolah tetapi tidak sekolah. Kita akan buka kelas paralel, jadi pusat pendidikan di ibukota Distrik dan kelas paralel di kampung-kampung yang jauh dan guru kita kontrak untuk ada bersama mereka mengajar supaya dia tidak jauh tetapi pelayanan pendidikan tetap rasakan. Minimal sampai kelas 4 SD, kelas 5-6 dia bisa masuk sekolah di pusat pendidikan di Distrik. Karena itu, sekolah berpola asrama kita akan bangun beberapa titik. Supaya mereka yang sekolah di kelas paralel yang jauh bisa masuk di asrama, kita anggarkan untuk membiayai mereka makan minum di sekolah berpola asrama tersebut. Jadi saya sudahh bicara dengan kepala dinas, hitung semua dan kita sediakan guru bagi mereka, kita sediakan kelas paralel guru kontrak di situ, guru-guru yang ada kita hitung, yang tidak mau mengajar katakan tidak, yang mau mengajar katakan mau, supaya kita tahu berapa yang sudahh siap untuk mau mengajar. Kita bisa distribusikan ke sekolah-sekolah, kekurangan berapa, kita bisa adakan lagi seperti itu. Contoh di dalam kota ini, SD Aldom ini berkelas 6 tidak mungkin lagi, maka itu dia bisa kelas paralel, cukup 1 atau 2 orang dia bisa tinggal dan bisa mengajar mereka. Contoh di barwombung, di sana SD tidak ada tetapi murid atau anak anak di situ banyak maka kita bangun kelas paralel supaya bisa mendapatkan pendidikan di sana. Contoh di Batom, di muara sana banyak anak yang tidak sekolah, tetapi SD nya ada di Batom, apakah mereka harus tunggu sampai bangun SD. Tidak. Kita harus bangun kelas paralel untuk pecahkan persoalan ini. Guru yang datang ke sana, tinggal dengan mereka dan mulai mengajar. Guru yang akan mengajar di sana, diharapkan itu suami istri supaya dia tidak lagi bikin masalah dan diharapkan salah satunya adalah tenaga medis. Nanti mereka ini akan ditampung 3 bulan dan dibimbing, kalau misalnya semua itu bukan guru maka dia dibina supaya bisa mengajari anak-anak. Bisa tahu cara mengajar, termasuk dia juga pelaku firman Tuhan atau pewarta. Dia juga bisa jadi tenaga medis, bisa pendidik, bisa pewarta. Lalu kemudian hal-hal yang lain, jadi dia di situ serba bisa, bisa juga jadi pendamping bagi kepala kampung untuk penyelenggaraan pemerintahan. Jadi semua itu kita hitung dan kita gaji dia. Kita beriperhatian khusus, bila perlu kita sediakan kebutuhan pokok. Kita alokasikan dan drop kebutuhan pokok, sehingga dia tidak pusing dengan kebutuhan tetapi fokus pada mendidik. Tetapi kita harap cari orang seperti itu dan bersedia ditempatkan di sini. Kedepan kita siapkan fasilitas, perumahan, listrik, air bersih, kebutuhan telekomunikasi keluar, satelit kita bikin semua. Dia menjadi informen yang baik untuk segala kepentingan pemerintah daerah. Guru kontrak tidak hanya harus dari pendidikan, karena mendidik anak untuk bisa menulis, berhitung, membaca dan bernyanyi. Kalo ini saja bisa, tamatan saja bisa. Yang penting dia punya hati, lebih baik lagi tenaga medis karena dia mengobati dan menyembuhkan orang itu tidak gampang. Mengajari orang untuk membaca, mengitung, menulis itu kan pekerjaan yang tidak susah sebenarnya. Dengan begitu, kebutuhan pemerintah bagaimana memberikan pelayanan bagi masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan lain itu bisaterkaver hanya dengan dua orang saja. Dan saya harap memang suami istri.

Untuk mahasiswa, ada program beasiswa. Seperti dulu punya tetap jalan bayar enam bulan sekali tetapi bayar di perguruan tinggi. Tidak lagi kumpul dan terima kayak maskawin itu lagi. Tetapi uang semester akan dibayarkan semua. Bagi IPK yang baik atau mahasiswa yang memenuhi kriteria tertentu dia akan dapat beasiswa khusus, yaitu setiap bulan dia akan diberikan. Untuk mendukung dia punya prestasi, terus kepada mereka pengurus IMPPETANG ketua dan sekretaris atau mahasiswa Pegunungan Bintang yang jadi pengurus senat akan diberikan insentif sebagai pemimpin, karena beban tanggungjawab dia itu beda dengan mahasiswa biasa. Ketua IMPPETANG dan ketua ikatan tingkat Distrik kita akan beri insentif khusus.  Saya dulu jadi pimpinan imppetang dan saya merasakan beban berbeda dengan mereka yang lain. Supaya kami bisa siasati anggaran untuk kepentingan kepentingan itu, siswa yang berprestasi kita bisa kasih hadiah-hadiah, dukung untuk bisa berprestasi, harap bisa setiap bulan. Yang berprestasi di bidang tertentu saya arahkan kepala dinas untuk biayai mahasiswa bersangkutan. Contoh, misalnya mahasiswa yang kuliah di kedokteran, dinas kesehatan langsung biaya dia, mahasiswa yang kuliah di pendidikan guru ditangani oleh dinas pendidikan, ekonomi, pertambangan, teknik sipil macam begitu. Kalau dia di bidang pertanian yadinas pertanian biayai. Kita harap ke depan itu begitu supaya, mahasiswa bersangkutan dia tumbuh sebagai kader. Dia tidak mahasiswaumum lagi tetapi dia sudahh terikat dengan dinas terkait. Sehingga secara emosional memang sudah terbangun sejak awal. Itu beberapa hal yang saya rasa perlu dilaksanakan, organisasinya diperbaiki, pembinaan pembinaan rutin dilaksanakan, dan saya harap kerja sama dengan lembaga tertentu untuk memperhatikan mahasiswa untuk pengembangan SDM, kita kaji lebih lanjut. Masukan dari smua pihak diharapkan untuk mencari alternatif atau jalan yang baik untuk ada cara - cara lebih baik dari cara yang selama iniberjalan.

Kita akan kirim mahaiswa ke luar negeri mulai dari tahun ini. Yang keluar negeri tidak harus pilot saja, pilot itu bisa didalam negeri, yang keluar negeri itu bidang lain juga bisa, karena itu mulai tahun ini kita harus kirimatau mulai kursus bahasa Inggris bagi siswa SMP yang mau naik SMA itu bisa, kalo SMA sudah tua, artinya sudah mulai matang, sehingga penyesuaian di sana susah. Kalau tingkat SMP ke SMA itu mudah. Itu saya dengar dari mereka yang sudah ikut maupun lakukan  program ini.  Uang di pendidikan memang besar, tetapi diperbesar proyek bangunan fisik, pantasan saja kita tidak pernah maju-maju. Kalau fisik itu keuntungan bagi kontraktor, tetapi keuntungan langsung bagi kita tidak ada. Ke depan itu lebih baik ajari dia di bawah pohon tapi dia mengerti dari pada mengajar di gedung mewah tapi tidak mengerti. Kita akan bicarakan mencari pendidikan alternatif di Pegunungan Bintang. Supaya jangan ada indikasi bahwa itu maunya bupati.

Nanti asrama akan diperbaiki, saya suruh orang cari tanah kita bikin asrama di Jayapura. Model seperti di STFT itu bagus, atau di SMA TerunaBaktiWaenaJayapura itu bagus. Jadi unit satu bagi semester 1 atau 2, kalau dia sudah naik tingkat dia harus pindah unit, sesuai dengan semester yang ada. Tidak dibatasi bagi siapa saja bagi seluruh Distrik-Distrik di Pegunungan Bintang. Kalau begitu, saya pikir pembinaan juga bisa terarah, sesuai dengan tingkatan. Tetapi asrama yang ada kita cek lagi di seluruh Indonesia. Yang perlu diperbaiki kita akan perbaiki, yang perlu diadakan maka kita adakan.

Kami mendengar ada beberapa SKPD yang mau dihapus dan digabungkan kembali ke SKPD induk. Kenapa ada kebijakan ini dan SKPD apa saja yang mau diciutkan?

SKPD yang akan digabung itu, seperti contoh adalah Dinas Tata Kota ini akan digabung ke PU. Karena satu dinas initerkesanhanya untuk mengurus satu kota Oksibil saja. Itu pemborosan, kita perluas, dinas ini kita gabungkanke PU dan stafnya akan ditampung di 34 Distrik seluruh Pegunungan Bintang supaya pekerjaan kebersihan itu terjadi di sana dan itu dikendalikan oleh kepala Distrik. Tidak perlu urusan dinas lagi tetapi urusan kepala Distrik. Nanti kepala Distrik rekrut karyawan hariannya, siapkan segala sesuatu yang diperlukan disiapkan oleh kepala Distrik di Distrik. Semua Distrik harus bersih dan indah tidak hanya di Oksibil. Dinas Pemuda dan Olah raga, digabungkan ke P dan P. Karena Pemuda dan Olah raga tidak hanya harus satu dinas, nanti kita perkuat di KNPI dan KONI. Sehingga tidak perlu di dinas itu. Badan Penyuluh Pertanian, akan digabung ke pertanian. Karena itu, bagian yang tidak terpisahkan dari dinas pertanian.

Dinas  KebudayaandanPariwisata digabung ke DinasPendidikan yang kita perkuat nantiadalah lembaga adatnya. Setelah ini, bagaimana sampai lembaga adat diperkuat nanti kita bicara lagi, itu akan kembali ke kita lagi. Kita orang asli bicara menyangkut dewan adat, karena menyangkut identitas kita sendiri. Supaya Lembaga Adat dialokasikan tersendiri, melakukan pembenahan yang penting sekali. Sehingga sekarang ini pariwisata bagi kita orang awam belum waktunya ke situ karena butuh segala hal yang diperlukan seperti sarana dan pra sarana, yang paling penting itu faktor keamanan. Keamanan menjadi kendala utama untuk seluruh Papua. Indah juga kalau tidak terasa aman itu susah. Misalnya kalau ada barang bagus di situ, tetapi ada anjing jahat pasti tidak akan lewat. Jadi memang isu politik kencang diluar sehingga orang segan datang ke Papua. Keamanan di Papua ada yang sengaja ciptakan supaya orang tidak ke Papua, kalau tidak di PariwisataBali sepi. Indonesia ini tetap mempertahankan Bali, lebih baik korbankan Papua dari pada Bali. Karena para pejabat negara, investasi di Bali sehingga kalau ke Papua dan Bali sepi maka mereka rugi.  Dinas perkebuan dan kehutanan itu, perkebunan digabungkan ke pertanian sedangkan dinas kehutanan dan lingkungan hidup menjadi dinas tersendiri. Jadi dinas kehutanan tetap nanti tambahkan lingkungan hidup lagi. Sedangkan perkebunan yang pindah ke pertanian. Kemarin sudah ada lagi dinas pendapatan daerah tapi saya sudah pending tidak ada lagi dinas pendapatan daerah, fungsinya yang harus ditingkatkan tidak harus dinas pendapatan daerah. Kalo uang yang dianggarkan dinas itu lebih besar dari pendapatan bagaimana. Jadi itu percuma juga.

Gereja dan Dewan Adat sebagai mitra kerja  pemerintah, langkah apa yang akan diambil Bapak Bupati untuk mengefektifkan hubungan kemitraan itu?

Tetap itu sebagai mitra. Dulu dibilang tiga tungku, tapi kan tidak jalan juga. Nanti setelah lembaga adat diperkuat, gereja sudah kuat hanya belum dimaksimalkan.Dengan pimpinan gereja dan adat saya akan minta kami akan pertemuan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kita ketemu supaya mereka juga bisa beri masukan menyangkut kondisi saat ini. Dan berpikir perubahan yang mereka nanti-nantikan itu seperti apa. Lalu kita bisa pertemuan rutin bisa dilakukan tiga bulan sekali semacam itu. Karena banyak hal yang harus saya mau sampaikan kepada mereka. Untuk itu, kami tetap akan membiayai kegiatan Adat maupun Gereja di kabupaten Pegunungan Bintang. Gereja dan adat sebagai mitra jadi kita tetap anggarkan.

Menurut Bapak Bupati, tantangan utama apa yang akan dihadapi dan Bagaimana tantangan itu bisa dihadapi dalam 5 tahun ke depan?

Tantangan yang saya lihat paling besar itu adalah CARA BERFIKIR DARI ORANG PEGUNUNGAN BINTANG. Merubah cara berpikir dari sekarang ini kepada cara berpikir produktif itu yang berat. Karena itu, saya harus merasa pemimpin yang mau dilantik itu, harus dibekali dengan pengetahuan dengan pemahaman akan iman itu baik supaya yang jadi pemimpin itu tidak hanya menggunakan dengan akal tetapi dengan hati. Tantangan yang berat itu cara berpikir. Cara berpikir sekarang ini mau berubah itu yang sangat sulit, karena itu semua komponenmesti memahami hal ini dan mencari jalan keluar sama-sama. Mengubah karakter ini memang tidak gampang, saya tidak tahu dalam lima tahun ini bisa atau tidak. Sudah terkondisi selama 10 tahun, baik masyarakat sampai dengan pejabat. Kondisi yang ini mau rubah memang susah, ada hal -hal yang sebagai bom waktu. Yang nanti setiap kebijakan akan meledak-ledak tapi sebelum bupati saya sudah tahu, dan itu yang saya harus hadapi. Perubahan karakter, sebagai pemimpin itu ada dilema sedikit. Keinginan orang dengan kebutuhan kita mau sesuaikan ini sulit. Keinginan melebihi kebutuhan harus dilakukan tetapi sulit dilakukan, karena keinginan segelintir orang ini bahaya sekali. keinginan melebihi kemampuan, sehingga keinginan ini bahaya sekali dan saya dapat teror atau ancaman seperti ini. Tapi hal semacam itu hal biasa, itu sebuah proses yang harus lalui. Sebagai pemimpin itu harus diterima. Jadi tantangan paling besar yang sulititu, mengubah cara berpikir orang dari konsumtif ke produktif. Karakter orang aplim apom yang sudah tergeser ini mau kembalikan ke posisinya ini memang berat sekali. Apalagi, kebanyakan senior-senior ini sudah jadi pemabuk semua. Ini bahaya sekali. Makanya para pejabat yang kedapatan mabuk atau judi langsung diberhentikan. Para pejabat terutama para kepala Distrik dan kepala kampung harus buat surat pernyaan sikap, siap diberhentikan kalau saya mabuk dan judi. Itu sebagia satu cara untuk mengubah karena kita menunggu kesadaran orang ini tidak bisa, kita harus paksa dan akhirnya lama kelamaan jadi bisa. Kalau kita mau rubah dengan menunggu dia untuk berubah tidak bisa untuk kondisi yang sekarang ini. Jadi pimpinan harus tegas dengan cara begini, sehingga tidak bisa juga harus bisa. Itu diberlakukan untuk para kepala kampung, kepala Distrik dan para pejabat. Sehingga mulai terjadi perubahan, jika perubahan tidak mulai dari pimpinan ini susah.

Apa harapan Bapak Bupati  kepada masyarakat Pegunungan Bintang selama 5 tahun ke depan?

Harapan saya itu, saya pikir semua harus siap untuk mendukung agenda perubahan yang kita lakukan. Harus siap untuk menerima perubahan. Karena perubahan itu harus dimulai dari setiap pribadi. Karena itu, dalam rangka perubahan pasti ada benturan-benturan, ada hal-hal yang pasti tidak berkenan di hati setiap pribadi tertentu yang berkepentingan tapi semua harus siap untuk mendukung itu, karena kalau kita tidak mulai dari sekarang tidak akan terjadi sesuatu ke depan. Jika dari sekarang kita tidak memulai, maka tidak ada harapan untuk kita di hari esok. Karena itu, pada saat syukuran itu saya katakan orang Pegunungan Bintang bisa menjadituan di negeri orang lain juga, artinya bisapejabat di tempat lain juga, bisa kontraktor di tempat lain juga, tidak harus berpikir menjadi tuan di negeri sendiri, karena tuan di negeri sendiri itu sudah pasti. Mau tidak mau, suka tidak suka kita ini sudah tuan di negeri sendiri diatas tanah ini. Tapi bagaimana kita bisa menjadituan di negeri orang, karena itu pasti punya kemampuan. Kalausudah punya kemampuan pasti bisa dibayar mahal di mana saja. Bisa kontraktor di daerah Jawa, misalnya ibu ketua pengadilan itu dia menjadi ketua pengadilan di Menado, contoh macam begitu. Orang Serui dan orang diluar kita sudah kerja di mana mana, kita ini susah, cara berpikir kita ini masih dalam sini. Kita berpikir untuk tuan di dalam sini, kita menyanyi lagu itu terussss...akhirnya kita tidak jadi berkembang, jadi saya pikir harapan saya itu semua harus siap untuk mendukung setiap program yang akan dilakukan sebagai bagian dari agenda perubahan itu. Sekian!